Bisnis Art Makin Menggeliat

ESTETIK: Anis bersama koleksi lukisan berbagai tema yang dibandrol dengan harga mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 25 juta.

MALANG - Dari tahun ke tahun penikmat seni lukis semakin bertambah. Daya beli masyarakat yang tinggi dengan banyaknya galeri yang menjual lukisan menjadikan bisnis ini tidak ada matinya. Hal itu yang dirasakan oleh Anis Ludiah, pemilik Herry Arema Gallery.
“Dulu pesimis karena lukisan bukan kebutuhan pokok tapi karena semakin banyaknya pembeli yang ingin mempercantik rumah dengan lukisan dan hiasan lain menjadikan bisnis ini berkembang seiring waktu,” ucap Anis.
Menurut Anis banyaknya hotel, bank, guest house dan rumah makan yang menghiasi dindingnya  dengan lukisan dan seni lainnya merupakan peluang tersendiri. Untuk melayani permintaan pasar, Anis menggandeng 7 pelukis asal Malang.
Sebagian besar lukisan yang ada bertema tradisional dan tempo dulu. Ada juga tema bunga dan nuansa alam. Harga tergantung dari kualitas bahan yang dipakai dan lamanya proses pengerjaan.
“Untuk harganya mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 25 juta untuk ukuran 2x1 meter. Itu adalah jenis lukisan timbul dan sisa pameran. Kalau pesanan maka harganya lebih mahal,” jelasnya.
Ada juga kerajinan dalam bentuk kaligrafi dengan harga Rp 400 ribu sampai Rp 2.5 juta.
Anis menjelaskan awal mula membuat gallery ini karena pada tahun 1999 jarang ada penjual lukisan, kalaupun ada maka harganya sangat mahal. Dari situlah ia mulai merintis usaha menjual lukisan dengan harga yang terjangkau namun kulitasnya bagus. Kini ia bisa meraup omzet hingga 15 juta setiap bulannya.
Setiap minggu, pelukis akan datang ke galeri untuk menawarkan lukisan yang dibuat. Setiap hari ia juga mengirim lukisan tersebut ke beberapa kota seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, Kalimantan, Sulawesi. Bahkan beberapa bulan terakhir ia sempat mengirim ke Malaysia.
“Pas liburan sekolah dan menjelang lebaran banyak pembeli yang datang. Biasanya mereka gunakan sebagai oleh-oleh khas Malang ketika mudik,” pungkas dia.(mg5/fia)