Target Pajak Baru Tercapai 50 Persen

MALANG - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur III baru merealisasikan 50 persen target penerimaan negara dari sektor pajak di tahun ini. Realisasi penerimaan hingga akhir September lalu masih jauh dari target Rp 13,7 triliun yang seharusnya dipenuhi di tahun ini.
Kepala Kanwil DJP Jatim III Budi Susanto mengatakan, pencapaian target penerimaan pajak memang baru tercapai setengahnya hingga akhir triwulan ketiga lalu. Akan tetapi, bila dilihat dari pertumbuhan, maka sudah jauh lebih baik ketimbang tahun lalu.
"Awal tahun 2014 target yang diembankan kepada kami sebenarnya Rp 10,8 triliun. Tetapi, Agustus lalu kami mendapat peningkatan target penerimaan menjadi Rp 13,7 triliun," ujarnya.
Sehingga, bila patokan target awal tahun, sejatinya pertumbuhan setoran pajak di area Kanwil DJP Jatim III mengalami pertumbuhan 22 persen dalam periode yang sama di tahun 2013 lalu atau year on year. Sedangkan realisasi target awal sudah mencapai 80 persen.
"Namun kami harus tetap menjalankan target terbaru. Meskipun tersisa dua bulan lagi kami tetap optimis" ujarnya.
Budi menyampaikan, penambahan target penerimaan itu, karena adanya empat perusahaan rokok besar yang pelaporan dan penyetoran pajak dialihkan dari kantor pusat ke Kanwil DJP Jatim III. Adanya pengalihan tersebut, maka sumbangan empat PR tersebut diprediksi mencapai Rp 500 miliar sampai Rp 600 miliar per bulan.
Menurut dia, di akhir tahun nanti penerimaan diprediksi mencapai 80-90 persen dari target sebesar Rp 13,7 triliun. Hal ini didasari dengan rata-rata pertumbuhan penerimaan sebesar 10,5 persen.
"Selain itu, indikator kinerja Kanwil DJP Jatim III, juga termasuk hijau. Artinya cukup positif," terangnya.
Indikator yang dimaksud seperti penyelesaian keberatan yang tepat waktu, penagihan tepat waktu dan pemasukan surat pemberitahuan (SPT) mencapai 60 persen untuk tingkat kantor pajak pratama (KPP) dan kantor madya bahkan di atas 95 persen. Padahal pemasukan SPT pada periode yang sama tahun lalu hanya 48 persen untuk KPP dan kantor madya di bawah 95 persen.
Untuk saat ini, jumlah wajib pajak (WP) juga bertambah dari 920 ribu WP menjadi 957 ribu atau tumbuh sekitar 4 persen. (ley/fia)