Musim Tanam, Harga Beras Naik Tipis

TANAM: Petani beraktivitas di sawah. Memasuki musim tanam, harga beras lokal mulai mengalami kenaikan tipis.

MALANG – Memasuki musim tanam, harga komoditas beras mulai mengalami kenaikan tipis. Di sejumlah distributor, makanan utama masyarakat Indonesia ini harga per kg naik sekitar 2 persen.
Salah satu distributor beras yang berada di Jl Soekarno Hatta mengaku kenaikan telah terjadi sejak dua bulan terakhir. Untuk jenis Bengawan Super dan IR64 kualitas medium terjadi kenaikan dari harga Rp 8000 menjadi Rp 8200 per kilo.
“Sekarang mau musim tanam jadi stok petani mulai kosong sehingga mereka menaikkan harga jual. Untuk beras kualitas paling bagus dari harga Rp 9800 kini menjadi Rp 10 ribu. Kalau untuk satu sak beras dengan berat 25 kilo yang paling mahal harganya Rp 200 ribu,”  ungkap pemilik toko, Handoko.
Sudah sepuluh tahun ini ia menjadi distributor beras. Ia tidak pernah menjual beras impor selain harganya mahal, beras lokal lebih cepat laku karena lebih disukai oleh konsumen. Ia mengambil beras dari beberapa daerah seperti Tumpang, Malang dan hingga Jombang.
“Tergantung mana yang panen duluan dan mana yang punya stok banyak ya kita kesitu. Biasanya akhir tahun harga akan naik. Masyarakat masih suka mengkonsumsi beras lokal tapi sekarang petaninya susah panen. Kalau untuk permintaan tidak ada peningkatan, justru sedikit turun,” ungkap Handoko.
Menurutnya, panen saat ini didominasi tanaman palawija.  Selain itu, adanya petani yang menyimpan padi kering giling membuat stok beras di pasaran mengalami penurunan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gagal panen. Kondisi ini terjadi setiap awal musim tanam. Namun, harga akan kembali normal setelah musim panen tiba.
“Sudah kondisi yang umum. Kalau musim tanam seperti saat ini harga beras lokal cenderung naik karena stok berkurang,” pungkasnya.(mg4/fia)