Rambah Nusantara dengan Sambal

MALANG - Bermula dari satu kilogram cabe yang dijadikan sambal dalam botol kini Heni Wardani menekuni bisnis sambal di bawah brand Sambal Ni. Bermodal 100 ribu untuk membeli bahan-bahan sambal kini omzetnya mencapai lebih dari 37 juta per bulan. Sambal Mama Ni dijual dengan harga 17 ribu untuk semua varian rasa yang ada.
Heni menceritakan, ketika suaminya meninggal, ia membuka usaha toko baju di salah satu mall di Malang. Setelah beberapa bulan ia merasa pemasukannya tidak stabil sedangkan ia harus membayar sewa setiap bulan. Ia mulai memutar otak untuk menekuni bisnis yang lain. Ide menjual sambal dalam botol muncul dari teman-temannya yang telah mencicipi masakannya.
“Teman-teman saya suka dengan sambal buatan saya. Mereka memberikan ide untuk menjual sambal. Pertama saya berfikir, ah cuma sambal. Dan ternyata setelah saya coba bisnis ini Alhamdulillah sangat menjanjikan,” ungkap Heni.
Ia mulai membuka usaha pada Februari 2014 dengan satu varian rasa yaitu sambal bawang merah super pedas. Pada hari pertama terjual 15 botol. Pemasaran hanya dari mulut ke mulut namun permintaan setiap harinya terus meningkat. Di bulan pertama ia dapat menjual sebanyak 1500 botol masih dengan satu varian yaitu sambal bawang merah super pedas. Hingga pada bulan kedua terjual 2000 botol dengan berbagai varian rasa.
“Berbagai varian yang ada muncul itu karena permintaan konsumen akan varian terntu seperti sambal lombok ijo dan sambal balado teri. Sekarang sudah ada 17 varian yang saya produksi. Tidak semuanya super pedas. Lagi-lagi karena ada beberapa konsumen yang tidak begitu suka pedas. Akhirnya saya menyediakan level seperti sedikit, lumayan, sedang, pas dan super duper pedas,” tutur Heni.
Kini ia dapat menghabiskan 20 kilo lombok setiap harinya. Dibantu dengan tiga pegawai yang juga keluarganya ia mampu memjual 18 ribu botol dalam kurun waktu sembilan bulan. Ia mampu mengirim sambal buatannya hingga 50 kota di Indonesia. Awal mula untuk pengepakan ia hanya mengandalkan tutup botol. Karena permintaan yang terus meningkat dan harus dikirim ke berbagai kota membuat kemasan bocor dan merusak kemasan kardusnya. Kini ia menambahkan aluminium foil untuk mencegah kebocoran kemasan saat pengiriman.
“Promosinya dari mulut ke mulut dan BBM. Kalau ada varian baru saya muat di BB. Selain itu saya juga membawa Sambal Mama Ni ke toko-toko di Malang. Ada juga reseller yang sudah bekerjasama,” pungkasnya.(mg5/fia)