Penjualan Mobil Bekas Menurun Karena Mobil Murah LCGC

MALANG - Munculnya mobil murah LCGC seperti Daihatsu Ayla dan Toyota Agya membuat penjualan mobil bekas menurun. Faktor lainnya adalah promo dan diskon besar-besaran menjelang akhir tahun yang diberikan oleh beberapa dealer membuat showroom mobil bekas semakin tersisih.
Daihatsu Ayla dan Toyota Agya adalah jenis mobil LCGC yang sedang diburu oleh anak muda dan pemula yang ingin memiliki mobil. Harga yang murah dibawah Rp 100 juta membuat mobil tersebut semakin diminati dibandingkan jika membeli mobil bekas dengan harga yang lebih mahal.  
“Penjualan mobil agak lesu karena beberapa faktor . Mobil  murah seperti Ayla dan Agya itu merupakan masalah utama bagi kami. Panen tebu yang gagal sehingga para petani tebu yang biasanya beli mobil di sini berkurang. Menjelang akhir tahun seperti sat ini banyak promo mobil baru dengan diskon yang besar sehingga banyak konsumen yang memilih membeli mobil baru daripada mobil bekas,” ucap Marketing PT. Panji Putra Hanjaya, Agung.
Jika dalam sebulan biasanya 25 hingga 30 mobil terjual kali ini ia hanya mampu menjual sebanyak 20 mobil.Untuk meningkatkan penjualan Agung biasanya mengadakan pameran seperti yang pernah dilakukan di Plaza Araya dan Batos. “Intinya kita jemput bola,” lanjutnya.
Hal berbeda dirasakan oleh Owner Cita Motor, Toni Arief. Sejak 1989 ia telah menekuni bisnis showroom mobil dan tahun ini memang terjadi penurunan namun tidak begitu banyak.
“Hingga tanggal 22 ini sudah 15 mobil yang terjual.  Menjelang akhir tahun biasanya ramai tapi nggak tahu jika BBM naik nanti. Mungkin akan ada penurunan. Kalau tahun lalu ramai karena tidak ada kenaikan BBM. Kalau ada kenaikan biasanya 1 sampai 2 bulan itu ada penurunan. Karena mobil kan kebutuhan terakhir,” ujarnya.
Agar bisa bersaing dengan dealer kedua showroom diatas sepakat untuk menjaga kulaitas dan kondisi mobil dengan cara tune up dan membawa mobil ke salon.
“Kalau mobil bekas kan harus jaga nama, jaga langganan, kualitas dan kondisi harus baik. Lain kalau mobil baru kan ndak perlu dilihat. Bukan asal murah. Jadi kalau ada orang yang cocok sama kia kan bisa kembali lagi meskipun itu teman atau saudaranya. Pasti kita cek semua mulai dari kebersihan, mesih di tune up dan kelengkapan surat-surat kendaraan,” ungkap Arief.
Jika mobil LCGC dapat diperoleh dengan harga di bawah Rp 100 juta maka harga mobil bekas rata-rata masih di atas harga tersebut. Untuk Jazz tipe RS tahun 2010 hargnya masih Rp 170 juta hingga 175 juta. Sedangkan untuk Avanza tipe G tahun 2012 masih dijual dengan harga Rp 140 juta. Menurut Arief, Avanza dan Jazz merupakan mobil yang banyak dicari oleh konsumen. Dampak mobil LCGC terhadap penjualan mobil bekas  hanya sesaat. Hal tersebut disebabkan karena mobil bekas mempunyai pasar tersendiri.
“Mobil LCGC rata-rata mengusung model citycar hatchback. Model tersebut masih kurang populer untuk konsumen yang lebih menyukai mobil keluarga dengan kapasitas banyak. Konsumen yang membeli mobil dengan mesin diesel biasanya untuk antisipasi kenaikan harga BBM karena mobil jenis ini lebih irit dibandingkan dengan mobil berbahan bakar bensin,” pungkas Agung. (mg5/fia)