Keamanan dan Layanan Maksimal ala Garuda Indonesia

MAINTENANCE: Garuda Indonesia terus melakukan maintenance rutin untuk mempertahankan standart keamanan dan kenyamanan penumpang.

MALANG - Maskapai terbaik di Indonesia, Garuda Indonesia Airlines memperhatikan standar keamanan dan kenyamanan penumpang pesawat. Hal ini dibuktikan dengan kekonsistenan dalam melakukan pemeliharaan dan perbaikan mulai dari mesin, bodi pesawat hingga pelayanan kepada penumpang.
Dalam industri penerbangan, pengguna jasa hanya melakukan pemesanan tempat duduk, membeli tiket, terbang dan memperoleh pelayanan. Sementara, maskapai yang akan memberikan standar pelayanan tersendiri, untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna jasa penerbangan. “Penumpang tidak mengetahui proses operasional yang kami miliki, kecuali yang pernah melakukan kunjungan ke hanggar Garuda,” beber SM, HR and General Affairs Domestic Region 3 Jawa, Bali dan Nusra PT Garuda Indonesia, Hartono Hadiwiyoto.
Sesuai aturan, setiap 11 ribu jam terbang pesawat Garuda Indonesia harus melakukan pengecekan mesin pesawat. Kemudian setiap 7 ribu jam terbang, pesawat harus dicek kondisi sparepartnya. “Seluruh pesawat Garuda Indonesia dari berbagai jenis dan ukuran secara berkala selalu menjalani pengecekan, pemeliharaan maupun perbaikan dengan ketat dan konsisten. Semuanya ini dilakukan di Garuda Maintenace Facility – AeroAsia (GMF-AA),” papar dia panjang lebar.
GMF- AeroAsia berlokasi di area Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dekat dengan kantor pusat Garuda Indonesia. Tempat ini merupakan pusat perawatan mesin pesawat, serta area pendeteksian dini kerusakan ringan yang terjadi pada pesawat yang masih mengudara. Caranya melalui sistem komputerisasi.
Garuda Indonesia juga memiliki pusat produksi makanan dan minuman bernama Aero Catering Service (ACS). Penumpang pesawat mendapatkan jaminan kehigienisan serta kelayakan makanan yang diperoleh selama penerbangan. “Ada standar kebersihan dan kesehatan sajian yang diatur di ACS. Sebab, mulai dari penumpang hingga crew pesawat menerima sajian dari tempat ini,” ujar Hartono.
Pada bagian berikutnya, agar pelayanan tetap prima dan superior, Garudas juga memiliki Garuda Indonesia Training Center (GITC). Tempat itu merupakan pusat pendidikan dan pelatihan karyawan divisi darat seperti keuangan, niaga, operasional serta teknik. Kemudian, area ini juga berlaku bagi divisi udara meliputi pilot dan cabin crew.
“Yang berkunjung di tempat ini juga bisa merasakan simulasi cockpit pesawat yang digunakan pilot untuk latihan. Selain itu, cabin crew juga mendapat pendidikan penyelamatan dalam kondisi darurat, misalnya pendaratan di air,” papar dia panjang lebar.
Di bagian terakhir bernama Garuda Operation Center (GOC). GOC merupakan pusat koordinasi kegiatan operasi penerbangan yang terdiri dari pusat reservasi serta sistem operasi. GOC juga menjadi pusat pengendali aktivitas cockpit maupun cabin crew yang terdiri dari crew scheduling dan administrasi cockpit.
Empat bagian fasilitas Garuda Indonesia itu berada di Hanggar 2 yang diklaim memiliki fasilitas lengkap serta terbesar. Sebab, area itu bisa menampung hingga 16 pesawat sekaligus untuk menjalani pemeliharaan serta perbaikan mesin maupun bodi pesawat.
Sementara itu, Selasa (21/10) lalu, Garuda Indonesia mengundang media termasuk Malang Post untuk mengikuti company visit. Bersama dengan jurnalis dari media cetak dan elektronik di wilayah Jawa Timur seperti Malang, Surabaya, Jember dan Banyuwangi, Garuda mengajak secara langsung untuk melihat semua area fasilitas Garuda Indonesia.
Garuda Indonesia juga mengemas program company visit itu dengan model education tour untuk sekolah dan universitas. Tujuannya untuk memberi pembelajaran setya mengenalkan setiap fasilitas terbaik dari Garuda. Sehingga, pengguna jasa pun semakin yakin dengan pelayanan Garuda yang telah menempati peringkat 7 maskapai terbaik di dunia versi Wordl Airline Awards 2014 dari Skytrax. (ley)