Raup Rp 100 juta per Bulan dari Bisnis Aquascape

LARIS MANIS: Peminat aquascape baik di Malang dan dibeberapa kota seperti Surabaya dan Blitar juga semakin banyak. Hal itu terlihat dari banyaknya pembeli luar kota yang datang untuk membeli aquascape.

MALANG - Peminat aquascape dari tahun ke tahun semakin bertambah. Padahal, tarifnya terhitung cukup mahal. Jasa pembuatan aquascape ini bisa mencapai Rp 1 juta per 10 cm.
Aqua Zone adalah salah satu tempat yang menjual berbagai jenis ikan hias serta jasa pembuatan aquascape. Berada di Jl. A Yani dalam sebulan bisa menerima hingga 4 buah pembuatan aquascape dengan panjang 7 meter. Jasa pembuatan aquascape ini dibandrol dengan harga Rp 12 juta per meternya.
“Harga Rp 12 juta itu sudah lengkap dengan lampu, filter, Co2 dan dekoran dalam. Namun tanpa ikan karena setiap orang mempunyai selera sendiri-sendiri. Kita hanya menentukan jumlah ikan yang pas untuk akuarium itu,” ucap Kepala Toko Aqua Zone, Yosua Tri Handoyo.
Dengan harga tersebut omset yang diterima bisa lebih dari Rp  100 juta setiap bulannya. Selain itu peminat aquascape baik di Malang dan dibeberapa kota seperti Surabaya dan Blitar juga semakin banyak. Hal itu terlihat dari banyaknya pembeli luar kota yang datang untuk membeli aquascape.
“Kebanyakan dari kalangan orang tua yang memang hobi mengoleksi ikan. Kalau hobi, harga berapapun pasti dia mau,” ujarnya.
Penjualan paling ramai, lanjutnya, pada saat menjelang lebaran, natal dan tahun baru. Saat-saat seperti itu banyak yang ingin menghias rumahnya dengan akuarium yang didalamnya terdapat tumbuhan asli bukan buatan ataupun wallpaper seperti pada umumnya.
Menurut Yosua banyak hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan aquascape seperti ukuran dan jenis filter yang akan digunakan, daya lampu, pupuk, jenis pasir dan ornament hiasan seperti batu, kayu dan tanaman air.
“Filter digunakan untuk menyaring air agar aquascape selalu bersih. Sebaiknya memilih lampu yang menghasilkan cahaya putih sebagai pengganti sinar matahari untuk tanaman di aquascape,” bebernya.
Selain itu ornamen hiasan seperti batu dan kayu perlu diperhatikan asal usul dan jenisnya. Perhatikan ukuran ikan dengan ukuran aquascapenya.
”Jika ukuran kecil belilah ikan kecil seperti neon tetra dan ikan gaby,” ungkap yosua.
Ia juga menyarankan agar tidak memilih ikan jenis herbivore atau pemakan rumput karena akan merusak tatanan aquascape. Media tanam harus dipetimbangkan jangan menggunakan pasir laut karena kadar kalsiumnya tinggi sehingga membuat kualitas air buruk. Air yang jernih belum tentu bagus. Pasir silica dan pasir malang leih cocok untuk media tanamnya. Ada juga soi yaitu tanah yang dikombinasikan dengan nutrisi. Tahap awal peletakan memang membuat air keruh karena bahan dasarya memang tanah liat jadi harus sering diisi dambil dikuras. Jika filternya mendukung maka air akan jernih.
Pembersihan dalam arti pengurasan juga harus diperhatikan untuk aquascape tanpa CO2 maka airnya harus diganti dua hari sekali. Hal itu untuk menjaga suplai CO2 yang ada dalam aquascape. Jika terdapat CO2 maka penggantian air bisa dilakukan dua kali dalam sebulan.
Selain menjual aquascape, Aqua Zone juga menyediakan berbagai kebutuhan untuk aqua zone seperti akar, batu, pasir, nutrisi, filter, lampu, akuarium dan ikan. Harga jual akar tergantung dari corak dan banyaknya cabang dari akar tersebut. Semakin banyak percabangan di akarnya semakin mahal harganya. Untuk akar jenis red more itu harganya Rp 150 ribu dengan panjang 60 cm.
”Untuk aquascape sebaiknya tidak menggunakan akar pakis karena akan membuat air berubah warna seperti teh,” pungkasnya. (mg5/oci)