Dari New York Fashion Week ke Malang

ROMANTIC ETNIC: Busana pengantin karya Dian Pelangi dalam acara Muslimah Wedding Fair merupakan koleksi terbaru yang sebelumnya ditampilkan di New York Fashion Week.

MALANG - Muslimah Wedding Fair yang digelar di MX Mall Malang, (25/10/14), menampilkan koleksi gaun pengantin dari desainer muda Dian Pelangi. Tema yang diusung adalah Romantic Etnic, diperagakan oleh model dari Queen Moza Muslimah Modeling School.
Busana pengantin karya Dian Pelangi dalam acara Muslimah Wedding Fair merupakan koleksi terbaru yang sebelumnya ditampilkan di New York Fashion Week. Tema Romantic Etnic dengan ciri khas kain tenun songket dari Palembang tersebut mampu menyedot perhatian pengunjung yang ada di lokasi.
“Tema romantic etnic ini koleksi terbaru Dian Pelangi dalam hal busana pengantin,” ungkap Kepala Cabang Dian Pelangi Malang, Lili Chandeni.
Lili menjelaskan, kesan etnik bisa dilihat dari tenun songket dan payetnya yang mengarah ke payet Palembang.
” Mungkin karena dia lahir di Palembang jadi seluruhnya didesain dengan ciri khas kota kelahirannya. Kalau bahannya sendiri dari songket, velvet dan dipadukan dengan payet dan swarovski untuk menampilkan kesan glamor,” lanjutnya.
Terdapat enam busana pengantin koleksi Dian yang ditampilkan dalam acara tersebut. Namun menurut Asisten Dian Pelangi yang akrab dipanggil Sonep mengatakan bahwa masing-masing gaun tidak punya nama sendiri.
“Kalau koleksi Dian Pelangi tidak diberi nama untuk tiap gaun, tetapi dalam satuan tema yaitu Romantic Etnic. Inspirasi Dian biasanya keluar dari jalan raya dan saat traveling karena itu memang hobi dia,” ucapnya.  
Menurutnya Dian Pelangi selalu mengangkat ciri khas Indonesia. Baik dari kain yang digunakan seperti songket, tenun, jumputan, batik pekalongan maupun payet dan aksesoris lainnya.
Wanita muda yang juga sahabat Dian Pelangi ini mengatakan bahwa koleksi busana pengantin bisa disewa atau membeli satu set.
“Kalau busana pengantin yang tadi ditampilkan itu didatangkan dari Jakarta. Untuk yang berminat bisa sewa maupun custom jadi bisa sesuai dengan permintaan customer,” kata dia.
Untuk sewa harganya Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Kalau beli bisa. Rata-rata harganya mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 30 juta. Tergantung material dan bahan. Misal swarovski mau diganti emas atau yang lain.
Butik Dian Pelangi di Jawa Timur sendiri baru ada di dua kota yaitu Malang dan Surabaya. Di Malang terdapat dua lokasi yaitu di Jl Tampomas Oro-oro Dowo dan Ruko Tlogomas Kav 2. Namun koleksi Dian Pelangi yang lebih lengkap terdapat di Jl. Tampomas.
“Kalau yang di tampomas ini koleksinya lebih lengkap. Dari koleksi apa aja ada. Sistem di butik ini kekeluargaan banget. Baik dari cara mengelola butik maupun interaksi  dengan karyawan dan pusat. Intinya pada sistem kepercayaan amanah,” tambah Lili.
Saat ditanya mengenai rencana kedepan terkait pameran koleksi Dian Pelangi di Malang ia menjawab,
“Rencananya akan ada fashion show untuk grand opening karena dulu kami memang belum melakukan opening. Pengennya sekalian launching koleksi terbaru Dian Pelangi. Kendalanya sampai saat ini kami belum bisa menemukan jadwal yang pas agar Dian Pelangi bisa datang ke acara tersebut. Mungkin tahun depan,” jawabnya sambil tersenyum. Menurutnya pameran terbesar Dian Pelangi sementara ini ketika di New York Fashion Week.
Ia juga memberikan beberapa tips dalam hal berbusana. Menurutnya memilih busana, harus mengerti dirinya dulu, apa warna kesukaannya apakah dia pantas mengenakan baju tersebut atau tidak. Karena kebanyakan orang memaksakan sesuatu.
Misalnya, karena buatan Dian Pelangi, langsung beli tanpa berfikir apakah itu cocok untuknya.
”Kalau beli cuma buat untuk gaya-gayaan saja, itu sayang  sekali,” kata dia.
Kalau untuk sehari-hari, ia menyarankan, sebaiknya memilih bahan katun karena mudah menyerap keringat. Untuk pesta disesuaikan dengan karakternya.
”Untuk kerudung yang dibuat sehari-sehari tidak usah terlalu ribet seperti mengenakan cemol, mending yang simpel aja. Yang terakhir dia harus percaya diri dan merasa nyaman dalam mengenakan busana tersebut,” pungkasnya. (mg5/oci)