Tren Jual Emas Meningkat

MALANG - Kebutuhan hidup yang semakin meningkat membuat sebagian masyarakat mulai melakukan aksi jual emas. Tercatat 20 orang menjual kembali perhiasan yang mereka miliki dalam satu hari. Harga jual emas yang lebih murah dibandingkan dengan harga beli tidak membuat masyarakat enggan menjual perhiasannya ketika memerlukan uang. Hal itu diungkapkan oleh Karyawan Bulan Purnama Gold, Yayudi Nurida.
“Meskipun terdapat potongan saat menjual emas tapi masyarakat tidak begitu peduli dengan hal itu. Untuk emas perhiasan kuning terdapat potongan 7 persen per gramnya. Sedangkan untuk emas putih dan variasi ada potongan 10 persen per gram,” ucapnya.
Ia juga mengatakan bahwa seminggu terakhir lebih banyak yang menjual daripada membeli emas.
“Dalam seminggu ini banyak yang menjual daripada membeli perhiasan. Per hari sebanyak 20 orang menjual kembali perhiasan mereka,” ucapnya.
Menurut Owner Bulan Purnama Gold, Yuli Pamungkas, kondisi tersebut dikarenakan kebutuhan yang terus meningkat.
“Mungkin karena kondisi ekonomi mereka. Setelah Idul Adha kemarin kan musimnya orang nikah, berlanjut ke musim kenaikan kelas dimana orang tua harus membayar SPP. Mungkin karena itu maka banyak  yang menjual kembali perhiasan mereka,” tuturnya.
Harga emas sangat berpengaruh pada dolar. Ketika harga emas dunia turun maka dolar akan naik dan begitu juga sebaliknya. Di Malang sendiri peminat emas perhiasan lebih banyak dibandingkan dengan emas batangan atau logam mulia.
“Saat harga emas murah maka permintaan menurun. Itu yang terjadi di masyarakat. Tapi saat harga emas tinggi banyak orang yang mulai memburunya,” lanjutnya.
Yuli memaparkan bahwa harga emas dalam dua tahun terakhir cenderung turun karena kondisi ekonomi global. Harga emas asli saat ini sekitar 1200 per troy ons.
“Harga 1 gram emas sekarang Rp 489 ribu dengan kadar 99.7 persen itu untuk emas potongan.
Sedangkan untuk harga emas perhiasan tetap stabil di Rp 435 ribu per gramnya dengan kadar 70 persen dan Rp 490 untuk kadar 75 persen,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Bulan Purnama Gold memiliki sembilan cabang di Malang dan merupakan toko perhiasan tertua serta menjadi jujukan masyarakat dalam membeli perhiaan karena modelnya yang selalu update.
“Kita jualan ke model dan selalu update. Harga perhiasan itu tergantung model dan aksesorisnya. Jika modelnya bagus maka jasa pembuatannya juga semakin mahal sehingga harga jualnya juga mahal. Pembuatan perhiasan disini menggunakan pabrik karena modelnya akan lebih bagus jika dibandingkan dengan pembuatan secara tradisional,” pungkasnya. (mg5/oci)