Bisnis Rotan Terkendala Bahan Baku

MALANG - Penjualan furniture dari rotan di sepanjang Jalan A. Yani Utara terus meningkat. Berbagai bentuk kreasi rotan seperti kursi dan skatsel lebih banyak dicari oleh pembeli.
Sketsel dengan harga Rp 425 ribu hingga Rp 600 ribu mempunyai panjang 2 meter. Pembeli banyak mencari sketsel untuk pembatas ruangan seperti musala dan perkantoran.
“Sketsel yang biasa dibuat untuk skat antar ruangan menjadi barang yang paling sering dicari oleh pembeli. Biasanya untuk perkantoran, supermarket, hotel dan UKM mahasiswa,” ucap Ahmad Firdaus. Owner Sakura Rotan.
Selain sketsel ada banyak kerajinan rotan seperti tempat tisu, parcel, wadah lampu, meja, kursi, kotak majalah dan berbagai hiasan rumah lainnya. Dari penjualan tersebut Firdaus bisa meraup omset hingga Rp 11 juta setiap bulannya.
Keranjang dengan harga Rp 7500 hingga Rp 40 ribu dan satu set kursi Rp 600 ribu hingga 3.5 juta menurutnya adalah harga yang terjangkau. Seluruh barang yang ada dikerjakan sendiri bersama dua orang karyawan.
“Saat menjelang lebaran dan natal biasanya permintaan meningkat sehingga jumlah karyawan juga bertambah jadi lima orang. Kami juga melayani pesanan dengan model yang diinginkan pembeli. Ia juga menerima pesanan dari pembeli. Untuk pemesanan biasa kami kerjakan dalam waktu 10 hari tergantung model dan banyaknya.,” lanjutnya.
Untuk satu set kursi bisa ia kerjakan dalam waktu satu minggu. Namun bisa juga lebih dari 10 hari tergantung dari bahan baku yang tersedia.
“Kendalanya itu bahan baku yang terus meningkat setiap tahunnya. Kadang juga sulit didapatkan. Untuk bahan baku seperti eceng gondok dan mendong itu lumayan mudah didapatkan. Namun untuk bahan baku seperti pelepah pisang itu sangat sulit apalagi saat musim kemarau,” tambahnya.
Bebagai bahan baku tersebut ia datangkan langsung dari Surabaya. Untuk meningkatkan penjualan ia memanfaatkan media online seperti facebook dan web. Menurutnya semenjak ia merambah bisnis online tersebut penjualannya semakin meningkat. (mg5/aim)