Ubah Konsep Setiap Minggu

KHAS  : Bartender Coffe Corner sedang meracik kopi khas beberapa daerah di Nusantara

MALANG – Tak perlu keliling Indonesia untuk mencicipi kopi dari berbagai daerah. Sajian kopi khas berbagai daerah di nusantara bisa dinikmati di Coffe Corner Jalan Soekarno Hatta.  Biji kopi didapatkan langsung dari sejumlah daerah penghasil kopi, seperti Sumatra, Sulawesi dan Papua.
Kafe yang terletak di Jl. Soekarno Hatta ini menyajikan berbagai menu kopi khas seperti Gayo Coffe yang biji kopinya diambil langsung dari Aceh.
“Ada sebelas menu kopi dengan cita rasa khas nusantara yang kami sajikan setiap harinya. Beberapa diantaranya adalah Linthong Arabica yang biji kopinya berasal dari Sumatra, Arjuna Coffe dengan biji kopi dari Lereng Gunung Arjuna, Lampung Robusta dari Lampung, Flores Arabica dari Flores dan Papua Wamena Arabica yang diambil langsung dari Papua,” ujar Bartender Coffe Corner, Sukarjo Sarilah.
Kebanyakan kopi yang tersedia berasal dari Sumatra. Sebab, Sumatra memiliki banyak daerah penghasil kopi.
”Sajian kopi yang ada paling banyak biji kopinya dari sumatra seperti Sidikilang Arabica, Linthong Arabica dan Mandeling Arabica,” ucap Sukarjo.
Ia menjelaskan bahwa setiap kopi memiliki krem berbeda yang bisa dibuat art coffe. Beberapa pengunjung banyak yang menyukai art coffe.
”Krema adalah esensial kopi yang akan keluar dalam bentuk busa saat kopi diseduh. Kopi dengan busa banyak itulah yang bisa dibuat art coffe. Biasanya kopi jenis arabica yang bisa dibuat art coffe karena memiliki ketebalan krema yang tebal. Bagi orang awam kopi robusta akan terasa agak pahit,” lanjutnya.
Harga yang ditawarkan tergantung dari kekuatan kopi yang ada. Untuk kopi original hot harganya Rp 13.500 sedangkan untuk kopi original strong harganya Rp 15.500.
Sukarjo mengatakan penikmat kopi di Malang sangat banyak. Adanya Coffe Corner ini maka penikmat kopi bisa menikmati cita rasa yang khas dengan tempat yang didesain sangat nyaman.
”Untuk desain cafe ini berbeda setiap lantainya. Untuk lantai 1 di desain dengan gaya klasik. Sedangkan untuk lantai dua menggunakan konsep cassual untuk anak-anak muda, lantai tiga biasanya digunakan untuk meeting room dan lantai empat lebih ke rooftop atau outdoor,” tuturnya.
Menurut bartender yang juga mahasiswa Universitas Brawijaya tersebut menjelaskan bahwa tema atau konsep yang ada di Coffe Corner diubah setiap minggunya agar pelanggan tidak merasa bosan.
”Setiap minggu temanya selalu kami ubah agar pelanggan tidak bosan. Untuk tema minggu ini yaitu Halloween. Saat sumpah pemuda maka kita mendesain ruangan dengan berbagai patung perjuangan dan gambar para pejuang,” tutur Sukarjo. (mg5/ary)