Tarif Ekspedisi Bakal Naik 10 Persen

DISESUAIKAN: Tarif jasa pengiriman barang akan segera disesuaikan dengan kenaikan BBM yang rencananya direalisasikan bulan ini.

MALANG – Jasa pengiriman barang seperti Tiki dan Java Cargo akan menaikkan biaya pengiriman sebesar 10 persen. Kenaikan tersebut akan terjadi setelah pemerintah secara resmi menaikkan harga BBM.
Kepala Operasional Tiki Malang, Suwarman Rihadi mengatakan bahwa kenaikan BBM sangat berdampak pada jasa pengiriman karena mengandalkan operasional.
“Kenaikan BBM jelas ada dampaknya karena salah satu komponen dari jasa pengiriman adalah angkutan atau operasionalnya. Kita mencoba untuk menaikkan harga sekecil mungkin agar tidak mengurangi jumlah customer. Kenaikannya mungkin sekitar 10 persen,” ucapnya.
Menurutnya kenaikan BBM ini juga mempengaruhi uang transport karyawan yang bertugas mengirim barang ke bandara.
“Kita punya karyawan yang khusus mengantarkan barang ke Bandara Juanda. Kalau BBM naik otomatis uang transport mereka juga akan bertambah. Itu berpengaruh pada keuangan perusahaan. Maka jalan satu-satunya adalah dengan menaikkan biaya pengiriman barang,” ungkap Suwarman.
Selain menaikkan biaya pengiriman ia juga akan melakukan efisiensi terkait penggunaan listrik, air, dan beberapa barang seperti karung, kardus plastik dan pembungkus lainnya.
“Agar pengeluaran tidak begitu membengkak maka nanti akan ada efisiensi penggunaan barang dan energi. Meskipun terkesan biasa namun itu akan memberikan dampak terkait biaya yang dikeluarkan,” tuturnya.
Sama halnya dengan Tiki, Java Cargo juga akan menaikkan biaya pengiriman ketika sudah ada keputusan resmi dari pemerintah terkait kenaikan BBM.
“Kita tunggu keputusan resmi dari pemerintah terkait kenaikan BBM. Sampai saat ini kami masih belum memikirkan berapa kenaikannya. Harus sekecil mungkin sekitar 10 persen agar tidak membebani masyarakat yang ingin mengirim barang-barangnya,” ujar Kepala Operasional Cava Cargo, Indah Rahmadani.
Menurut Indah, besarnya kenaikan juga dilihat dari besarnya tarif yang ada pada maskapai penerbangan karena semua proses operasional mereka menggunakan angkutan udara.
“Kita harus melihat dulu apakah maskapai penerbangan juga menaikkan tarif mereka. Kalau naik ya otomatis biaya pengiriman di kita juga akan naik,” pungkasnya. (mg5/fia)