Dana Kelolaan Pensiun BRI Capai Rp 3.5T

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjalin sinergi bersama PT KHI Pipe Industries dan PT Krakatau Perbengkelan dan Perawatan dalam Pengelolaan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP).
"Layanan DPLK BRI Saat ini merupakan salah satu pilihan tepat bagi korporasi yang hendak mempercayakan Pengelolaan Program Pensiun Pasti (PPIP). BRI berkomitmen penuh untuk terus memberikan layanan prima untuk pengelolaan Dana Pensiun Lembaga Keuangan, salah satunya dengan memberikan return maksimal kepada para nasabah dalam pengelolaan DPLK," papar Budi Satria, Corporate Secretary Bank BRI, seperti dikutip dari siaran tertulis, Rabu (5/11/2014).
PT KHI Pipe Industries dan PT Krakatau Perbengkelan dan Perawatan memberikan fasilitas Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), yaitu suatu program pensiun individu karyawan yang sumber iurannya berasal dari perusahaan dan juga dari karyawan. Tujuannya agar menjamin kesejahteraan karyawan tidak hanya selama aktif bekerja tetapi juga pada saat mereka memasuki masa purna tugas.
DPLK BRI sendiri telah dioprasikan selama 8 tahun. Awalnya BRI melakukan pengelolaan dana Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) dan mulai tahun ini DPLK BRI telah mendapatkan izin dari OJK untuk juga mengelola Program Pensiun untuk Kompensasi pesangon (PPUKP).
Sampai akhir September 2014, DPLK BRI telah dipercaya untuk mengelola aset program pensiun sebesar lebih kurang Rp 3,5 triliun. Jumlah aset kelolaan tersebut menempatkan DPLK BRI di nomor tiga terbesar untuk industri DPLK di Indonesia.
"Saat ini kami (BRI) adalah tiga terbesar dalam pengelolaan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) di Indonesia. Dengan total aset kelolaan sebesar Rp 3,5 triliun menempatkan BRI sebagai salah satu yang terkuat dalam pangsa pasar DPLK," kata Budi.
Keunggulan DPLK BRI selain menyediakan pilihan investasi yang beragam, yaitu DPLK BRI Pasar Uang (Deposito), DPLK BRI Pendapatan Tetap (Obligasi), dan DPLK BRI Saham, BRI juga melakukan pengelolaan investasi yang transparan dan akuntable sehingga nasabah dapat mengetahui secara penuh mengenai pemanfaatan dananya di BRI.(dtc/fia)