Harga Emas Susah Bersinar

MELEMAH: Transaksi emas lokal di pasar tradisional belum terpengaruh pelemahan harga internasional.

MALANG – Harga emas saat ini masih berada pada angka yang sama seperti hari sebelumnya yaitu Rp 456 ribu per gram dengan kadar 99 persen. Menurut Owner Djojo Mas, Hariyono Hoo harga emas saat masih stabil dan tidak ada kenaikan. Namun belum diketahui secara pasti kenaikan harga emas setelah harga BBM secara resmi dinaikkan.
”Kalau saat ini harganya tetap sama dengan hari-hari sebelumnya. Pergerakan emas itu tidak bisa diprediksi. Kadang cepat naik dan kadang turun,” ucapnya.
Ia juga mengatakan, merosotnya daya beli terhadap emas pasti akan terjadi karena emas bukan kebutuhan utama.
”Biasanya jika BBM naik maka akan menaikkan biaya produksi dan menaikkan biaya distribusi dan membuat segalanya menjadi mahal. Karena emas bukan kebutuhan utama maka pasti daya belinya akan merosot karena uang digunakan untuk kebutuhan yang lebih penting,” ungkap Hariyono.
Hariyono mengatakan, emas yang ia jual adalah emas lokal. Bukan emas nasional seperti ANTAM sehingga kenaikan BBM tidak terlalu mempengaruhi harga emas. Namun berpengaruh pada daya beli masyarakat.
“Inflasi dan deflasi biasanya tak terlalu berpengaruh pada harga emas lokal.  Jumlah konsumsi emas relatif kecil, tak mampu menggerakan harga emas lokal. Berbeda dengan Antam. Kalau mereka pasti akan ada kenaikan harga emas. Kalau di emas lokal pengaruhnya lebih ke daya beli masyarakat,” lanjutnya.
Sementara itu, berdasarkan data yang dilansir cnbc.com, pada perdagangan Rabu (5/11/2014) hingga pukul 12.23 WIB, harga emas internasional ditransaksikan melemah sebesar US$5,4 (0,46%) ke posisi US$1.162,3.
Ariston Tjendra, kepala riset PT Monex Investindo Futures mengatakan, harga emas masih berada di kisaran yang sama seperti 2 hari sebelumnya. “Hanya saja siang ini (kemarin) harga mendapatkan tekanan turun dan berpeluang menguji level support US$1.160 per troy ons,” katanya.
Menurut dia, penembusan ke bawah US$1.160, membuka potensi pelemahan ke area support penting selanjutnya di US$1.155. “Di bawah US$1.155, harga berpeluang ke area US$1.145,” tandas Ariston.
Potensi penguatan terbatas, lanjut dia, mungkin ke area US$1.175. “Penguatan di atas US$1.175 baru membuka peluang penguatan ke kisaran US$1.180-US$1.182,” papar dia.
Market Mover kemarin adalah PMI Sektor Jasa Zona Euro dan Amerika Serikat (AS) dan data Non-farm Payrolls versi ADP. “Data ekonomi AS berpengaruh pada kekuatan nilai tukar dolar AS. Penguatan dolar AS masih menjadi faktor penekan turun harga emas,” imbuhnya. (mg5/inl/fia)