Pembaharuan Tarif Hotel Tunggu Kenaikan BBM

F&B: Salah satu sudut Melati Resto Hotel Tugu Malang yang menyediakan wine. Hotel ini diperkirakan akan menaikkan room rate tak lebih dari 5 persen.

MALANG – Menjelang pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi, perhotelan masih belum bisa memastikan prosentase kenaikan room rate maupun harga food and beverage (F&B). Saat ini, hotel masih memberlakukan tarif lama hingga akhir tahun 2014.
Director Of Sales & Marketing Harris Hotels, Rusli Arsyad mengatakan, harga room maupun menu makanan di sektor F&B saat ini masih tetap. Tahun depan pasti terjadi kenaikan namun ia belum bisa memastikan prosentasenya.
“Tahun depan pastinya ada kenaikan namun untuk angka-angkanya kita masih belum tahu. Lihat kondisi pasar dulu. Selama belum ada pengumuman resmi dari pemerintah terkait kenaikan BBM, harga di tempat kami akan tetap,” ungkapnya pada Malang Post.
Meskipun terjadi kenaikan BBM, Rusli menjelaskan, akan tetap melakukan hal yang telah disepakati dalam kontrak yang telah dilakukan beberapa bulan sebelumnya.
“Adanya wacana kenaikan itu kita harus tetap sesuai dengan harga yang telah kita sepakati dalam kontrak bersama para pebisnis yang lain. Walaupun nanti kenaikannya tinggi ya kita tetap harus menghargai kontrak. Pastinya sebelum mengeluarkan kebijakan kenaikan harga kita sudah memperhitungkan baik dari segi budgeting dan dampak pasarnya,”  tegas Rusli.
Menurutnya, hal yang penting saat ini adalah menjalankan apa yang ada dan sudah tercantum dalam kontrak. Penurunan jumlah customer, menurutnya tidak akan seekstrim dengan apa yang dibayangkan masyarakat karena hotel merupakan kebutuhan bagi masyarakat yang melakukan travelling.
Sama halnya dengan Rusli, Pimpinan HRD Hotel Savana, Iwan Febrianto mengatakan bahwa kenaikan harga belum ditentukan karena belum ada pertemuan dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
“Untuk saat ini belum ada kenaikan. Namun untuk berapa pastinya kami belum tahu karena belum ada pertemuan antara pihak hotel dengan PHRI,” ucapnya.
Ia juga mengatakan yang akan merasakan dampaknya pertama adalah resto karena bahan produk dan makanan sudah mulai merangkak naik.
“Paling merasakan dampaknya nanti ada di bagian resto karena bahan makanan sebelum BBM naik saja sudah mahal. Selain itu kenaikan BBM akan menambah beban operasional,” ujarnya.
Ditemui di tempat terpisah,Marketing Manager Hotel Tugu Malang, Yudha Susanti mengatakan, seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kenaikan harga sudah pasti dilakukan. Selain BBM, biaya operasional lain juga diperhitungkan salah satunya tarif listrik.
“Hanya saja, kenaikan tidak bisa serta merta, misalnya hari ini BBM naik besok tarif hotel juga naik,” jelas dia.
Ia memperkirakan, kenaikan tarif Hotel Tugu Malang kemungkinan besar tidak lebih dari 5 persen. Kenaikan tersebut akan dilakukan bersamaan dengan pembaharuan kontrak dengan travel agent.
“Pembaharuan kontrak dengan travel agent dalam negeri dan luar negeri berbeda. Jadwalnya pertengahan tahun dan akhir tahun,” pungkas dia.(mg5/fia)