Sriwijaya Upgrade Layanan dengan Nieve

MALANG - Maskapai Sriwijaya Air melakukan update sistem teknologi untuk mempercepat layanan reservasi tiket. Program baru bernama Nieve ini diujicobakan sejak Oktober lalu. Melalui sistem tersebut, Sriwijaya mampu memangkas waktu pelayanan pemesanan tiket pesawat dari rata-rata 5 hingga 10 menit menjadi kurang dari 5 menit.
“Sejauh ini sistem Nieva berjalan cukup bagus. 88 persen sudah mendekati sempurna,” jelas District Manager Sriwijaya Air Malang, Muhammad Yusri Hansyah.
Yusri menjelaskan,upgrade sistem tersebut sejatinya merupakan bagian dari misi Sriwijaya Air di ulang tahunnya ke-11 untuk menjadi maskapai yang maju, modern, dan berkelanjutan. Maju berarti meningkatkan kinerja, modern sama dengan selalu mengikuti perkembangan jaman, dan berkelanjutan adalah kemajuan yang dilakukan secara terus menerus.
“Maju, modern, dan berkelanjutan adalah motto di ulang tahun ke-11,” terang Yusri saat berbincang dengan Malang Post, kemarin (9/11).
Sementara itu, sepanjang 2014, Sriwijaya Air menunjukkan kenaikan performa. Saat ini rata-rata penumpang yang terangkut mencapai 120 ribu per bulan atau mengalami kenaikan sebesar 15 persen dari tahun lalu.
Load factor pesawat, terjaga di atas 90 persen per bulan, sedangkan harga tiket rata-rata mengalami kenaikan dari Rp 500 ribu di 2013, naik menjadi Rp 700 ribu hingga Rp 800 ribu di tahun 2014.
“Secara pendapatan ada kenaikan. Jika tahun lalu masih ada harga promo. Sekarang sudah di harga tengah. Nyaris tak ada tarif promo. Ini menunjukakn demand rute Malang - Jakarta tinggi dibarengi dengan perekonomian masyarakat yang juga semakin baik,” terang dia.
Sayangnya, kenaikan tersebut tidak serta merta membuat revenue mengalami kenaikan. Sebab hal tersebut dipengaruhi juga oleh harga avtur yang terus naik mengikuti harga minyak dunia dan pelemahan Rupiah. Saat ini, harga avtur di angka Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu per liter.
“Belanja avtur memakai kurs dolar. Jadi secara otomatis jika rupiah melemah, harga avtur akan naik,” paparnya.
Pria ramah tersebut menambahkan, selain fokus meningkatkan pelayanan terhadap penumpang. Sriwijaya Air juga mencoba mengkaji rute-rute baru dari Malang. Saat ini wilayah yang masuk bidikan adalah Bandung, Balikpapan dan Mataram.
“Saat ini sedang dikaji baik dari sarana dan prasarana serta permintaan pasar. Diusahakan tahun depan salah satu rute tersebut bisa direalisasikan sehingga penerbangan di Malang bisa makin maju,” pungkas dia.(fia)