Tarif Tour and Travel Bakal Naik 5 Persen

PRIMADONA: Tour and travel ke Bromo yang merupakan primadona wiatawan luar dan dalam negeri akan terkena dampak kenaikan BBM.

MALANG – Pelaku bisnis tour and travel berancang-ancang merevisi tarif jika Jokowi benar-benar menaikkan harga BBM bersubsidi. Langkah cepat diambil karena bakan bakar menjadi kebutuhan pokok bagi pengusaha tour and travel.
Salah satu agen tour and travel yang siap menaikkan tarif adalah Bromo Holiday. Agen yang berada di Jl. Basuki Rahmat itu akan menaikkan tarif tour and travel di kisaran 5 persen setelah pemerintah secara resmi mengumumkan kenaikan BBM.
Marketing Bromo Holiday, Khairil Lutfianto menjelaskan, BBM menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi pengusaha tour and travel. Tanpa BBM mereka tidak akan bisa menjalankan bisnis tersebut karena seluruh operasionalnya mengunakan kendaraan seperti mini bus dan jeep.
“Biaya operasional jelas menjadi pertimbangan utama, tetapi kondisi pasar juga masuk pertimbangan saat menentukan prosentasi kenaikan harga,” jelasnya.
 Menurutnya, dampak kenaikan BBM pasti akan terjadi namun pihaknya belum bisa memastikan  kenaikan akan belaku bulan depan atau bahkan tahun depan sebab pihaknya memilih untuk wait and see. Kendati demikian, Bromo Holiday telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi kebijakan BBM.
“Kita melakukan survey ke beberapa agen tour and travel yang ada di Kota Malang. Kita list harga yang mereka berikan lalu kita akan mengambil harga tengah. Tidak terlalu mahal dan tidak murah,” tutur Khairil
Selain Bromo Traveling, Kaha Tours & Travel juga akan menaikkan tarif mereka. Usaha yang bergerak di bidang pemesanan tiket tour and travel online itu akan melihat pergerakan harga terkait kenaikan BBM.
“Kita masih melihat dulu. Kalau nanti di airlines ada kenaikan maka kita akan menyesuaikan tarif,” ucap Sales Executive Kaha Tours & Travel, Boby Wijaya.
Mengenai kisaran harga, ia mengatakan, pihaknya belum melakukan pertemuan untuk membahas hal itu. Namun ia mengatakan kenaikan akan berada di kisaran 5 persen.
“Kami belum mengadakan pertemuan terkait dampak kenaikan BBM terhadap tarif yang akan kita berikan. Mungkin berada di kisaran 5 persen. Tapi kita lihat saja nanti seberapa besar dampaknya,” pungkasnya. (mg5/fia)