Keuntungan Besar, Harus Lebih Waspada

MALANG – Meski banyak investasi keuntungan besar yang memakan korban, namun tetap saja banyak masyarakat yang tergiur dengan tawaran baru yang datang. Seakan pengalaman sebelumnya tak menjadi pelajaran. Tidak heran jika dalam waktu singkat Seven Days Deposit System PT Dua Belas Suku sukses menggaet belasan ribu nasabah.
Kepala Kantor OJK Malang, Indra Krisna menyampaikan, salah satu cara paling gampang untuk dijadikan acuan dalam memilih investasi adalah keuntungan simpanan di bank. “Jika ada penawaran investasi yang memberikan imbal hasil besar, tentunya harus diteliti lebih dalam lagi. Bagaimana cara mendapatkan bunga untuk membayar ke nasabahnya,” ujarnya.
Sebagai ilustrasi, di perbankan saat ini sesuai Statistik Perbankan Indonesia (SPI), tren suku bunga DPK perbankan di kisaran 7,5 persen. Dalam siaran pers OJK, pemberian maksimum suku bunga DPK yakni sebesar suku bunga penjaminan LPS yang saat ini sebesar 7,75 persen untuk nominal simpanan sampai dengan Rp 2 miliar.
“Jadi, jika ada tawaran investasi dengan imbal balik yang sangat tinggi, jangan langsung percaya. Masyarakat harus berpikir rasional, bagaimana pengelola tersebut bisa memberikan bagi hasil tinggi itu, dari mana duitnya,” urainya.
Menurut dia, langkah mengandalkan pemikiran logis bisa berlanjut pada penggalian informasi. Baik mengenai keuntungan ketika mengikuti lembaga investasi yang dimaksud atau lembaga keuangan yang lain. Menurut dia, ada beberapa hal yang harus perlu diketahui sebelum memilih dan mendapatkan produk investasi. Calon nasabah harus memastikan perusahaan yang menawarkan investasi tersebut berbadan hukum Indonesia dan memiliki izin usaha dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.
Ia juga meminta masyarakat untuk memahami dan mengingat bahwa Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) bukan izin untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi. “Untuk menghimpun dana dan mengelola investasi, ada izinnya tersendiri,” tandasnya.
Terpisah, Marketing Manager Reliance Securities, Venus Kusumawardhana menuturkan, ketika ingin berinvestasi, entah di perbankan maupun pasar saham, dia menyarankan nasabah untuk bijak menyimpan dananya. “Jangan terlalu percaya diri dengan investasi dalam jumlah besar karena ingin mendapatkan keuntungan yang besar,” ujarnya.
Menurut dia, mempelajari profil atau perusahaan yang akan menjadi tempat investasi sangat penting. Bila sudah yakin, pertimbangkan jumlah dana yang akan diinvestasikan. “Analisa teknikal dan fundamental diperlukan. Caranya, berkonsultasi dengan analis saham maupun  perbankan,” papar dia kepada Malang Post.
Selain itu, dia juga memberikan peringatan, untuk sangat memperhatikan jangka waktu investasi. Apakah ingin dalam jangka pendek atau jangka panjang. Sebab, kedunya memiliki resiko dan keuntungan tersendiri. Setelah itu, dilanjutkan dengan penghitungan profit dan loss.
“Jika di pasar saham, lihat chat trendnya. Bila sudah yakin baru melakukan investasi,” tegas dia. (ley/han)