Kenalkan Uang Asli Lewat Pagelaran Wayang

MALANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang memiliki berbagai macam cara agar masyarakat paham akan kebanksentralan. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi dan edukasi hingga ke pelosok desa dengan cara yang unik, seperti memadukan dengan kesenian tradisional yang juga digemari oleh masyarakat.
“Edukasi kebanksentralan bisa dilakukan dengan berbagai model. Misalnya seminar atau pelatihan, menyesuaikan sasaran edukasinya. Bila di daerah, ya menyesuaikan masyarakatnya,” ujar Kepala KPw BI Malang, Dudi Herawadi.
Seperti edukasi terbaru yang dilakukan oleh KPw BI Malang. Senin (10/11) lalu, edukasi kebanksentralan berlangsung di Kecamatan Dampit. Sasarannya seperti pelajar dan masyarakat umum.
“Untuk pelajar, BI Malang melakukan edukasi di SMAN 1 Dampit. Sedangkan untuk masyarakat umum, berlangsung di Lapangan Desa Rembun, Kecamatan Dampit,” beber dia kepada Malang Post.
Edukasi yang berlangsung kepada masyarakat diberikan dengan nuansa yang berbeda. KPw BI Malang memberikan pengetahuan tersebut di malam hari, berbarengan dengan pagelaran wayang kulit. Menurut Dudi, dalam edukasi tersebut, sasarannya juga lebih beragam.
“Ada anak sekolah, ibu rumah tangga, hingga orang tua. Semua bercampur menjadi satu mendapatkan pengetahuan ini,” sebutnya.
Dia menyebutkan, beberapa yang disampaikan seperti cara pengenalan uang asli dengan teknik 3D, yakni dilihat, diraba dan diterawang. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan ilmu, mengenai sosok siapa saja nama pahlawan yang berada di dalam lembaran uang kerta di Republik Indonesia.
Sementara itu, dalam edukasi kebanksentralan di Desa Rembun tersebut, juga merupakan wujud syukur dari desa yang telah mendapatkan bantuan pengadaan air bersih untuk warga desa dari Bank Indonesia. “Kegiatan ini merupakan penggabungan berbagai macam acara. Tasyakuran, Bersih Desa dan edukasi dari BI,” ujar Kepala Desa Rembun, Ahmad Soleh.
Tasyakuran tersebut dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Jumini dari Kalipare. Dalam pagelaran tersebut, lakon yang dingkat yakni Wahyu Tunggul Jati. Selain itu, pelawak dari Banyumas, Ciblek dan Pentet turut serta dalam kegiatan itu. (ley/oci)