Manisnya Bisnis Petik Madu

MADU, komoditas yang dihasilkan lebah ini tak hanya memberi manfaat dari segi produk. Jika dikembangkan, madu pun mampu menarik wisatawan, seperti yang dikembangkan di Wisata Petik Madu yang berada di Lawang.
Tak hanya memproduksi madu, pemilik Wisata Petik Madu juga memberi kesempatan masyarakat umum untuk mengenal lebih jauh proses pengumpulan sari bunga oleh lebah-lebah sehingga menjadi madu yang siap dikonsumsi.
Tak hanya wisata edukasi, Wisata Petik Madu juga memberi tambahan wahana yaitu outbond yang diberikan secara cuma-cuma kepada pengunjung. langkah ini cukup efektif. Terbukti, omzet yang berhasil dikumpulkan bisa mencapai Rp 300 juta per bulan.
“Kalau edukasi dan outbound kami sediakan secara gratis. Itu salah satu pelayanan kami kepada para wisatawan agar semakin sering sering datang kemari. Di sini mereka bisa belajar bagaimana cara ternak lebah, membuat sarang lebah dan membuat ratu lebah,” ungkap Pemilik Wisata Petik Madu, Haryono.
Cara membuat ratu lebah, menurutnya, adalah hal yang sudah ada dari dulu namun masyarakat masih belum banyak mengetahui hal itu.
“Ratu lebah itu bisa dibuat dengan menggunakan beberapa alat seperti stik ratu untuk mengambil larva yang berumur maksimal 1 hari dan mangkok ratu untuk meletakkan larva tersebut,” tutur Haryono.
Haryono mengatakan bahwa tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk bisa menikmati semua yang ada di agro tawon itu.
“Semuanya gratis. Hanya makan madu dan topeng lebah yang kami kenakan biaya. Itupun tidak mahal. Untuk membuat topeng lebah cukup membayar Rp 100 ribu. Biasanya mereka yang suka tantangan dan menguji adrenalin mencoba topeng lebah,” lanjutnya.
Untuk mendapatkan madu terbaik, Haryono menggunakan sari bunga randu, karet dan rambutan.
“Lebah yang ada di sini makan dari bunga randu, karet dan rambutan. Daerah mana yang lagi musim ketiga tanaman itu maka lebahnya kami bawa kesana,” ucapnya.
Usaha turun temurun sejak tahun 1980 itu telah tersebar hampir di seluruh pulau jawa seperti Subang, Pati, Jepara, Banyuwangi, Pasuruan dan Kediri. Tiga lebah yang dijadikan andalan adalah Apis Cerana, Melivera dan Klanceng. (mg5/fia)