Berkah Hujan, Pedagang Rain Coat Laris Manis

MALANG – Musim penghujan membawa berkah bagi para pedagang jas hujan. Pasalnya, musim ini membuat permintaan produk mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Salah satu toko yang menjual berbagai model jas hujan (rain coat) adalah Toko Clarisa. Dalam sehari rata-rata terjual 30 hingga 40 jas hujan. Harga yang disediakan mulai dari Rp 7 ribu hingga Rp 160 ribu.
“Harga jas hujan tergantung dari bahan, ketebalan dan modelnya. Kalau jas hujan kelelawar Rp 25 ribu sampai Rp 115. Untuk jas hujan jaket celana mulai Rp 52 ribu hingga Rp 195 ribu. Paling murah jas hujan kresek Rp 7 ribu,” tutur Pemilik Toko Clarisa, Imron Helmi.
Penjualan jas hujan yang terus meningkat memberikan keuntungan tersendiri bagi Helmi. Dalam sehari, ia mampu meraup omset hingga Rp 2 juta hanya dari penjualan jas hujan.
“Musim hujan ini berkah bagi saya karena omset yang saya dapat terus naik karena banyak orang yang berburu jas hujan,” ucap Helmi.
Menurutnya, jas hujan dengan model jaket celana paling banyak dibeli karena bisa melindungi baju serta celana pengemudi kendaraan roda dua di saat hujan. Namun jenis lain seperti kelelawar tetap laku meskipun tidak sebanyak yang berbentuk celana panjang.
”Untuk perjalanan jauh seperti keluar kota sebaiknya memakai jas hujan model jaket celana. Jas hujan model itu banyak dibeli. Tapi kalau hanya untuk keluar ke tempat  terdekat jas hujan kelelawar enak digunakan karena tidak ribet,” ungkapnya.
Helmi mengatakan, jas hujan dengan bahan PVC dan karet lebih nyaman digunakan karena elastis. Selain itu bahan PVC lebih tebal serta memiliki pori-pori yang rapat sehingga air tidak mudah meresap.
”Perhatikan juga kualitas jahitan serta resletingnya. Pastikan bahan yang digunakan cukup kuat agar tak mudah sobek,” lanjut Helmi.
Menurutnya, memilih warna jas hujan juga harus dipertimbangakan. Warna mencolok seperti hijau, kuning atau oranye bisa digunakan baik untuk siang ataupun malan hari. Jas hujan yang terbuat dari bahan fluorescent juga aman digunakan karena bisa berpendar ketika terkena lampu sorot.
”Saat malam hari warna mencolok akan lebih terlihat oleh pengendara lain sehingga mengurangi resiko kecelakaan. Apalagi saat ada kabut,” tambahnya.
Saat ini, menurut Helmi, beberapa jas hujan telah menggunakan bahan yang memiliki kandungan fosfor atau scotlite sehingga akan memancarkan sinar apabila tersorot cahaya lampu sehingga membuat pengendara lain tetap waspada.
Ia juga menambahkan, saat membeli sebaiknya cek resleting yang ada karena kerusakan jas hujan sering terjadi adalah pada bagian retsletingnya. Jas hujan dengan ukuran lebih besar daripada badan lebih nyaman digunakan karena bisa memasukkan barang bawaan kedalamnya.
”Banyak pengendara sepeda yang memakai tas punggung. Jika ukuran jas hujan lebih besar maka tas itu bisa tetap dilindungi,” pungkasnya. (mg5/fia)