Harga Cabe Melangit Rumah Makan Tetap Membumi

MALANG – Naiknya harga cabai di Pasar Blimbing mencapai Rp 50 ribu per kg setelah sebelumnya Rp 30 per kg. Hal itu membuat pengeluaran beberapa pemilik rumah makan semakin membengkak.
Pantauan Malang Post di Pasar Blimbing menunjukkan kenaikan harga cabai yang ada sekitar 100 persen. Salah satu penjual cabai, Sri Ah mengatakan, kenaikan harga telah terjadi sejak dua minggu terakhir.
“Dari dua minggu yang lalu harga cabai memang sudah naik. Katanya gara-gara BBM mau naik,” ucap Sri Ah.
Kenaikan harga cabai berdampak pada rumah makan yang mengandalkan cabai untuk semua bumbu masakan mereka seperti masakan Padang. Kenaikan harga cabai mau tak mau harus diterima agar kualitas rasa tetap terjaga dan tidak membuat pelanggan lari.
Salah satu rumah makan dengan ciri khas masakan padanya adalah Cimpago Raya yang terletak di Jl. Borobudur. Dalam sehari rumah makan tersebut menghabiskan sekitar 5 kg cabai untuk bumbu masakan.
“Sehari kita beli 5 kg cabai. Baik itu cabai rawit, merah atau hijau. Jika dulu cukup mengeluarkan Rp 150 ribu kini harus mengeluarkan Rp 250 ribu. Kita nggak mau mengurangi jumlah cabai karena itu akan berpengaruh pada kualitas rasa,” tutur Pemilik Rumah Makan Cimpago Raya, Buyung Darnis.
Ia mengaku tidak bisa jika harus menaikkan harga makanan karena akan berpengaruh pada jumlah pembeli. Buyung mengatakan akan tetap bertahan dengan harga lama meskipun harga cabai naik setiap harinya.
“Kalau kita naikkan harga nanti banyak pelanggan yang kabur sementara di sini juga banyak rumah makan khas Padang. Meskipun pengeluaran semakin membengkak dan omset yang berkurang itu tidak masalah asalkan masih banyak yang beli disini,” ungkap Buyung.
Senada dengan Buyung, pemilik rumah makan Mie Cakar Setan, Nur Hasanah, mengaku pasrah dengan harga cabai yang semakin naik. Rumah makan yang mengandalkan cabai sebagai bahan utamanya itu mengolah sekitar 7 kg hingga 8 kg per hari. Meskipun biaya bahan masakan tinggi, namun ia memilih mempertahankan harga makanan dibandingkan dengan menaikkan harga.
“Kalau harga naik ya mau gimana lagi. Kita nggak mungkin menaikkan harga atau menutup rumah makan,” ucap Hasanah.
Menu andalan mie cakar setan yang ada di rumah makan itu bertahan dengan harga Rp 10 ribu per porsi. Saat ditanya mengenai harga makanan setelah pemerintah resmi menaikkan harga BBM, Hasanah masih memikirkan cara yang tepat untuk menghadapi hal itu.
“Kalau BBM naik otomatis semua naik. Bukan cuma cabai atau kebutuhan pokon yang lain tetapi harga untuk pengiriman barang juga akan naik. Kita masih belum tau harus seperti apa. Sekarang kita jalani aja apa yang ada,” pungkasnya. (mg5/fia)