BBM Naik, Lantai Bursa Menghijau

MALANG – Pasar saham menunjukkan respon positif pasca kenaikan harga BBM Bersubsidi yang telah berlangsung sejak Selasa dinihari kemarin. Dalam perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berada di jalur hijau selama seharian perdagangan, dan akhirnya ditutup menguat 48 poin ke level 5.102 poin.
Branch Manager SucorInvest Abdul Gani Malang, Kartono menuturkan, pasar saham memberikan respon bagus sejak pagi hari. Begitu perdagangan dibuka, IHSG tercatat naik sebanyak 23 poin.
“Pagi hari langsung menuju level 5.077 poin dan berlangsung konsisten hingga sore hari tanpa sekalipun menyentuh zona merah,” tuturnya.
Menurut dia, dalam perdagangan kemarin juga menjadi bagian dari respon investor akan ketegasan pemerintahan yang baru ini. Pasalnya, dalam beberapa pekan terakhir pasca pengumuman Kabinet Kerja, respon justru tidak bagus. Selain itu, isu kenaikan BBM yang tidak diketahui kepastiannya justru menimbulkan kekhawatiran.
“IHSG sempat turun cukup dalam selama dua mingguan. Penyebabnya, investor baik lokal maupun asing masih menunggu jadi atau tidaknya kenaikan BBM Bersubsidi. Bila seperti ini kan jelas,” ujar dia kepada Malang Post.
Dia menyampaikan, beberapa hari terakhir investor masih menunggu dan terlihat tidak aktif di bursa efek. Hasilnya, IHSG lebih sering berada di zona merah dan transaksi di pasar saham sepi. Banyak yang menunggu dan mengamankan dananya, ketimbang mengalami kerugian ketika pasar saham menunjukkan trend anjlok.
Pria yang akrab disapa Nando ini menambahkan, menghijaunya IHSG juga bagian dari technical rebound, dan diperkirakan akan terjadi selama pekan ini. “Untuk tiga hari ke depan, trend masih positif. Baru setelah itu mesti waspada,” imbuh dia.
Terpisah, Sales Equity, Agus Prayitno menuturkan, respon positif dari investor dan emiten ini membuat pasar saham lebih bergairah.  Walaupun belum maksimal, telah terjadi peningkatan transaksi perdagangan. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 249.677 kali dan volume 6,306 miliar lembar saham, senilai Rp 5,309 triliun.
“Sebelumnya, nilai transaksi di kisaran Rp 4 triliun. Ketika ramai, bisa mencapai Rp 7 triliun,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam perdagangan kemarin sebanyak 192 saham naik, 111 turun, dan 78 saham stagnan. Menurutnya, trend positif akan berlanjut hingga akhir bulan nanti. Prediksinya, level indeks akan berada diantara level 5.010 poin hingga level 5.170 poin. “Peluang untuk turun di bawah level 5.000 poin lebih kecil selama November ini,” tambahnya.
 Sementara, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 12.140 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdangan kemarin di Rp 12.205 per dolar AS. (ley/fia)