BBM Naik, Penjualan Mobil Stabil

MALANG –Kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2.000, belum berdampak terhadap perubahan harga jual mobil. BBM dinilai tak berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga.
Marketing Daihatsu Jolo Abadi, Heru Adi mengatakan, jika harga mobil terus naik bukan karena kenaikan BBM melainkan adanya tambahan sparepart atau aksesoris yang ada pada mobil.
Menurut dia, jumlah pembeli juga tetap stabil ditengah kenaikan harga BBM. Kata Heru, mobil LCGC menjadi solusi naiknya harga BBM.
“Harga mobil tidak dipengaruhi oleh kenaikan BBM. Kenaikan harga mobil terutama LCGC itu karena ada tambahan aksesoris. Mobil LCGC menjadi alternatif karena konsumsi bahan bakarnya termasuk irit,” ucapnya.
Heru mengatakan, peminat mobil LCGC dari tahun ke tahun semakin banyak. Memasuki akhir tahun 2014 peningkatan penjualan mobil tersebut mencapai 50 persen. Selain irit, mobil LCGC lebih banyak diminati karena harganya yang murah dibandingkan dengan mobil lain.
“Jika dibandingkan dengan yang lain, mobil LCGC termasuk mobil yang murah. Hanya mengeluarkan Rp 102 juta kita sudah bisa memiliki mobil baru yang irit itu. Jika dibandingkan dengan Xenia, mobil LCGC seperti Ayla bisa menempuh jarak hingga 23 km,” ungkapnya pada Malang Post.
Ia juga mengatakan, jarak tersebut bisa ditempuh hanya dengan menggunakan 1 liter bensin. Jika dibandingkan dengan Xenia maka 1 liter bensin bisa digunakan hanya dengan jarak tempuh 18 km.
Sama halnya dengan Daihatsu, Honda juga memiliki mobil LCGC seperti Brio. Menurut Sales Manager Honda Manda Lesmana, Daniel Devis, kenaikan jumlah pembeli mobil LCGC juga terjadi sejak setahun terakhir. Harga Honda Brio yang semakin naik juga bukan karena naiknya harga BBM melainkan daya beli masyarakat yang semakin tinggi. Kenaikan Honda Brio juga terjadi sebelum kenaikan harga BBM.
“Harga Honda Brio naik bahkan sebelum kenaikan BBM. Dampak kenaikan BBM pada penjualan mobil mungkin terjadi dengan adanya penurunan jumlah pembeli. Namun itu tidak banyak,” ucap Daniel.
Menurunnya daya beli masyarakat menurutnya karena sedang melihat kondisi pasar. Harga Honda Brio yang naik menjadi Rp 118.800 dari harga semula Rp 110.750 karena daya beli masyarakat dan adanya aksesoris tambahan.
Daniel juga mengatakan, saat ini kondisi penjualan masih stabil dan tidak terjadi penurunan pembeli. Bukan harga mobil, ia menegaskan kenaikan harga terjadi pada biaya pengiriman.
“Hari ini (kemarin) saja sudah ada dua yang membeli mobil. Ini membuktikan daya beli masyarakat terhadap mobil masih tetap stabil,” pungkasnya. (mg5/ary)