Pertamax Turun Harga, Disparitas Makin Tipis

MALANG – Mulai Sabtu (22/11), SPBU Pertamina menurunkan harga BBM non subsidi seperti Pertamax 92 hingga Rp 9.950 per liter dari Rp 10.500 per liter. Pihak PT Pertamina (Persero) mempunyai alasan memangkas harga Pertamax Cs di bawah Rp 10 ribu atau mendekati harga BBM subsidi (Rp 8.500).
"Harga Pertamax harganya turun ini kan salah satunya karena harga minyak dunia yang memang turun," kata Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution PT Pertamina, Suhartoko.
Selain itu, menurut Suhartoko perseroan ingin mendorong konsumsi Pertamax terus meningkat. Harapannya konsumsi bensin premium berkurang, karena masyarakat beralih ke Pertamax. Dengan harga yang beda 'tipis' dengan bensin premium, Pertamax punya keunggulan dari sisi kualitas.
"Kita turunkan harga jadi Rp 9.950 per liter tersebut alasan utamanya juga agar masyarakat lebih pilih beli BBM non subsidi daripada BBM subsidi, karena mengingat kuota BBM subsidi makin sedikit, kalau konsumsi BBM subsidi tidak bisa ditahan kuota BBM pasti jebol, kasihan negara," tutupnya.
Ia menambahkan meski harga Pertamax diturunkan hingga ke angka Rp 9.950 per liter, namun perseroan masih mendapatkan keuntungan. "Kita masih ada untungnya," ujarnya.
Suhartoko membantah bila penurunan harga tersebut sebagai bentuk 'perang harga' dengan SPBU lain seperti Shell dan Total.(dtc/fia)