Ratakan Penjualan, Kawasaki Batasi Penjualan Ninja RR

MALANG - Kawasaki Ninja RR yang dikenal ketangguhan power serta body sporty yang aerodinamis membuat banyak kalangan memilih untuk membeli model tersebut. Namun, dealer pusat Kawasaki yang terletak di Jl. Jaksa Agung Suprapto memilih untuk membatasi penjualan Ninja RR.
Pembatasan penjualan Ninja RR di dealer pusat Kawasaki Surapita Unitrans dilakukan oleh manajemen untuk meningkatkan penjualan Ninja 250 R. Banyaknya pembeli yang memilih Ninja RR menurut Job Order Service Kawasaki Surapita Unitrans, Ebenheazar Angga dikarenakan harganya yang murah dibandingkan dengan tipe lain.
“Ninja RR saat ini harganya Rp 38.6 juta. harga tersebut lumayan murah. Namun saat ini kami ingin meningkatkan penjualan Ninja 250 R sehingga untuk Ninja RR stoknya kami batasi,” tutur Angga.
Menurutnya, Ninja RR Mono atau 250 R yang dibandrol dengan harga Rp 42.8 juta itu merupakan motor yang tengah booming di kalangan remaja dan eksekutif muda. “Pangsa pasar Ninja 250 R saat ini memang untuk kalangan medium. Apalagi untuk Ninja 250 dengan dua silinder harganya mencapai Rp 58 juta,” lanjutnya.
Angga mengatakan, harga motor Ninja yang ada akan mengalami kenaikan antara Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu. Kenaikan tersebut kemungkinan terjadi pada bulan Desember mendatang.
Saat ini, tambah Angga, Kawasaki sedang gencar memproduksi model sport dibandingkan dengan model bebek. Hal itu karena banyaknya masyarakat yang menginginkan motor tangguh untuk menyalurkan hobi mereka.
“Kebanyakan pembeli kami adalah mereka yang memang hobi riding sehingga penjualan motor sport lebih tinggi dibandingkan dengan motor bebek. Banyaknya model Ninja yang ada bisa dipilih oleh pembeli berdasarkan kebutuhan mereka,” ungkapnya. 
Untuk mengumpulkan para pecinta motor sport terutama Ninja, Angga mengatakan terdapat beberapa club motor yang ada di Malang. Beberapa club itu adalah Ninja Club Sport (NIC/S), Ninja 250 Riders Community (N 250 RC) dan Bike Of Kawasaki Riders Club (BKRC). 
“Para pengguna Ninja bisa memilih club mana yang mereka sukai untuk bertukar informasi terkait otomotif hingga bisnis. Selain itu mereka juga bisa mendiskusikan bagaimana modifikasi sepeda terutama Ninja,” terang Angga.
Banyaknya riders yang memodifikasi motor mereka tanpa melalui bengkel resmi Kawasaki, menurut Angga akan berdampak pada ketangguhan mesin. Ia juga mengatakan jika onderdil yang digunakan bukan ori Kawasaki bisa membuat mesin cepat aus. (mg5/fia)