Coklat Spesial Natal Mulai Bermunculan

MALANG – Coklat dengan model pohon cemara, sepatu santa, lonceng, manusia jahe, manusia salju dan kotak kado menghiasi Iwegee Chocolate Gallery. Coklat dengan nuansa Natal tersebut bisa didapatkan dengan harga mulai Rp 500 hingga Rp 125 ribu.
Meskipun belum banyak permintaan, namun galeri coklat yang terletak di Jl. Mayjend Panjaitan tersebut telah menyediakan cokelat tematik sejak jauh-jauh hari. Pemilik Iwegee Chocolate Gallery, Ratna Indriani mengatakan  langkah tersebut diambil agar tidak kewalahan menerima konsumen saat memasuki peak season 
“Mendekati Natal biasanya permintaan cukup tinggi. Untuk mengantisipasi habisnya coklat maka mulai saat ini kami mulai membuat persediaan,” ucapnya.
Ia mengatakan, saat memasuki Hari Raya Idul Fitri ataupun Natal ia mampu menghabiskan 240 kg coklat. Ia mengemas coklat dalam satu tempat sehingga banyak model dalam satu wadah. Selain itu, ia juga menyediakan coklat dalam bentuk satuan.
Aneka bentuk coklat dalam satu paket toples yang berisi 24 biji harganya Rp 24 ribu. Sedangkan untuk coklat yang dikemas dalam mini kaleng krupuk Rp 25 ribu berisi 10 buah coklat.
“Dalam satu wadah pembeli bisa menikmati aneka bentuk coklat yang mereka inginkan. Namun kami bisa menerima pesanan jika pembeli menginginkan satu model dalam satu toples,” lanjut Ratna.
Bukan hanya dalam toples, ia juga menyediakan coklat model lollipop dengan bentuk tokoh kartun seperti Spongebob, Dora hingga Minion. Aneka warna coklat yang ada membuat makanan manis itu terlihat semakin menggoda. Ratna mengatakan, warna cerah lebih disukai oleh anak-anak sehingga ia lebih banyak membuat coklat dengan warna merah, hijau, kuning, pink dan biru.
“Coklat lollipop dengan tokoh kartun banyak disukai anak-anak. Apalagi yang warnanya cerah. Dalam hari –hari biasa seperti saat ini coklat lollipop yang paling cepat habis,” ungkapnya pada Malang Post.
Ia menuturkan, saat peak season seperti saat ini, omzetnya mampu menyetun Rp 25 juta per bulan. Kondisi ini naik tiga kali lipat dari penjualan normal yang rata-rata di angka Rp 7 juta per bulan. Untukmeningkatkan penjualan, Ratna tidak hanya menjual coklat di galeri namun juga ada di beberapa toko kue dan reseller.
“Beberapa hari ini coklat model lollipop habis dibeli reseller. Saat ini kami sedang memenuhi stok coklat lollipop. Setelah model tersebut banyak kami akan melanjutkan kembali pembuatan coklat nuansa Natal,” tutur Ratna.
Harga coklat dari distributor yang semakin mahal setelah kenaikan BBM tidak membuat Ratna lantas menaikkan harga makanan tersebut secara drastis. Ia memilih menjual dengan harga tetap daripada kehilangan customer. (mg5/fia)