Tawarkan ROI 27 Persen

Ground Breaking Hollandpark
BATU – Perkembangan investasi di Kota Batu mampu menarik investor dari berbagai wilayah. Terbaru di kota wisata tersebut akan dibangun kondotel bintang lima pertama bernama Hollandpark.   
CEO PT Sunrise international Persada, Aditya K. Njonoriswondo menjelaskan, Hollandpark mengusung atmosfer Belanda. Ada empat menara yang dibangun, diantaranya Amsterdam dan Rotterdam.
“Hollandpark dibangun di atas lahan seluas 200 hektar. Area ini dilengkapi dengan ballroom, wedding chapel, restoran, hingga toko cinderamata,” rinci Aditya.
Ia menambahkan, setelah ground breaking yang dilakukan kemarin (27/11), pembangunan hingga mencapai topping off dijadwalkan akan berlangsung hingga akhir 2015. Sedangkan penyelesaian akhir akan dilakukan pada 2016.
“Sehingga diharapkan bisa beroperasi di awal 2017,” tukas dia saat ditemui wartawan usai kegiatan ground breaking.
Aditya merinci, proyek dengan investasi senilai Rp 300 miliar tersebut menjanjikan investasi menguntungkan bagi investor. Pengelola menawarkan return of investment (ROI) sebesar 27 persen di tiga tahun pertama dan bagi hasil sebesar 30 persen untuk investor di tahun berikutnya.
“Setelah tiga tahun, 70 persen untuk pengelola dan investor mendapatkan profit 30 persen,” tegas dia.
COO PT Sunrise International Persada, Dion K Gunawan menambahkan, saat ini penjualan unit sudah mencapai 60 pesen dari total sekitar 200 unit yang ditawarkan. Adapun harga yang ditawarkan kepada investor berada di kisaran Rp 1 miliar.
“Ada banyak hal yang membuat investasi di Hollandpark menguntungkan. Lokasi yang strategis karena berdekatan dengan pusat wisata Kota Batu, selain itu, pengelolaan yang profesional oleh Golden Tulip juga menjadi nilai tersendiri,” imbuhnya.
Direktur Golden Tulip, Frank Naulleau menambahkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Golden Tulip akan melakukan ekspansi hingga 15 hotel baru. Hingga saat ini,  jaringan hotel internasional tersebut telah memiliki 1100 hotel di seluruh dunia.
Walikota Batu, Eddy Rumpoko menambahkan, sebagai tempat wisata, Batu memiliki lokasi yang strategis. Dikelilingi gunung dan menjadi salah satu kota kecil di dunia yang paling banyak dikunjungi membuat penghasil apel tersebut menarik banyak investor dalam dan luar negeri.
“Pertumbuhan ekonomi Kota Batu tercatat 8.5 persen. 70 persen mata pencaharian dari sektor pertanian. Komposisi tersebut akan dipertahankan agar tidak berkurang seiring dengan pembangunan yang ada saat ini,” pungkas dia.(fia)