Belajar Sejarah Kereta Api di Mall

MALANG – Para pecinta kereta api yang tergabung dalam Indonesian Trains Model Community (ITMC) menggelar miniatur kereta api di lantai 3 MOG. Acara yang berlangsung hingga (30/11) itu menarik perhatian pengunjung mall.
Anggota ITMC, M. Nur Muchlisin mengatakan, pameran tersebut digelar agar masyarakat mengatahui adanya komunitas pecinta kereta api yang diwujudkan dalam bentuk miniatur. Tidak hanya di Malang, komunitas yang terdiri dari 3000 anggota di seluruh Indonesia juga telah mengadakan pameran di berbagai kota seperti Jakarta Jogja dan Surabaya.
“Anggota kami telah tersebar di seluruh Indonesia. Pameran untuk menunjukkan kepada masyarakat bahawa ada komunitas miniatur kereta api. Sehingga apabila ada diantara pengunjung yang memiliki hobi sama bisa gabung,” ucapnya pada Malang Post.
Menurutnya, sejak kemarin (28/11) pengunjung yang datang selalu ramai. Banyak diantara mereka yang menanyakan pembuatan miniatur tersebut. Muschlisin mengatakan, untuk membuat satu pameran miniatur dibutuhkan beberapa spesialis seperti spesialis diorama, kelistrikan dan teknik sipil.
“Di komunitas ini juga banyak sekali spesialis diorama, kelistrikan dan teknik sipil. Spesialis diorama akan mengatur bagaimana kondisi sekitar stasiun baik itu terkait tanaman dan bangunan yang ada,” tutur Muchlisin.
Ia menambahkan, dalam komunitas tersebut semua anggota memiliki hak dan tujuan yang sama, yaitu mendorong kreativitas dan keterampilan mengenai model kereta api di seluruh penjuru Indonesia. Selain itu, Muchlisin mengatakan, pameran ini menarik bagi para penggemar kereta api atau mereka yang tertarik pada sejarah budaya Indonesia dan Belanda.
“Pameran ini akan menguraikan sejarah perkereta apian Indonesia. Lengkap dengan foto, peta, teks dan miniatur replika. Kami memperlihatkan miniatur lokomotif tua yang ada saat zaman Belanda,” terangnya.
Miniatur dengan ukuran 1:87 itu dibuat sendiri oleh anggota komunitas dengan beberapa bahan impor dari Jerman seperti gerbong kereta. Bea cukai yang mencapai 33 persen membuatnya harus membeli dalam julmlah banyak agar bisa menekan biaya pengiriman.
“Sampai saat ini untuk beberapa bahan kita masih harus impor. Kendalanya ada pada harga bea cukai yang terlampau mahal,” ujar Muchlisin.
Selain mengadakan pameran, dalam kesempatan itu ITMC juga menjual berbagai miniatur kereta api. Hal itu dilakukan agar para pecinta miniatur tersebut tidak kesulitan dalam mencari berbagai barang seperti gerbong, bangunan dan loko kereta.
“Untuk harga gerbong kami menjualnya Rp 180 ribu hingga Rp 1 juta per item. Sedangkan untuk bangunan harganya bervariatif mulai dari Rp 150 ribu sampai tak terhingga tergantung jenisnya. Jika itu goa atau jembatan tentu harganya akan semakin mahal,” lanjutnya.
Untuk harga loko, terbagi menjadi dua yaitu analog dan digital. Loko analog harganya lebih murah dibandingkan dengan loko digital yaitu Rp 700 ribu. Sedangkan untuk loko digital Rp 1 juta. (mg5/oci)