Biaya Operasional Picu Kenaikan LPG

MALANG – Harga LPG 3 kg di pasaran yang mencapai Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu dinilai melebihi harga yang telah ditetapkan. Pertamina telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 14 ribu untuk LPG ukuran 3 kg.  
Supervisor PT. Gading Mas Indah, M. Prayitno mengatakan harga LPG 3 kg tetap dan tidak ada kenaikan. Harga yang telah ditetapkan untuk LPG 3 kg adalah Rp 14 ribu sedangkan ukuran 12 kg Rp 116 ribu. Menurutnya, kenaikan yang terjadi di pasar dilakukan sendiri oleh para pedagang.
“Kami justru tidak tahu kalau harga LPG di pasaran sudah naik. Dari agen atau dealer LPG harganya tetap yaitu 13.200 ukuran 3 kg dan Rp 114 ribu untuk ukuran 12 kg. Untuk harga pasar, Pertamina sudah mematok HET LPG 3 kg adalah Rp 14 ribu sedangkan ukuran 12 kg Rp 116 ribu,” terangnya pada Malang Post.
Sementara itu, salah satu penjual LPG eceran Ratna Kurniasari yang ada di Jl. Soekarno Hatta mengatakan kenaikan harga terus terjadi semenjak BBM naik. Menurutnya, harga Rp 16 ribu untuk ukuran 3 kg merupakan harga rata-rata yang ada saat ini. Selain itu, Ratna mengatakan, jika membeli LPG di pedagang keliling harganya bisa mencapai Rp 17 ribu untuk ukuran 3 kg.
“Kita jual harga Rp 16 ribu itu karena di tempat lain harganya juga segitu. Dari agennya sendiri juga sudah mahal,” ucap Ratna.
Di lain tempat, Wakil Ketua Hiswana Migas Herdiyanto mengatakan, harga pokok LPG dari Pertamina ke Agen masih tetap. Ia mengatakan, mahalnya harga LPG 3 kg hingga mencapai Rp 17 ribu dikarenakan biaya operasional yang semakin mahal. Selain itu, kenaikan harga di pasar juga bisa terajadi karena para pedagang membeli LPG tersebut di melalui tangan ke tiga atau empat.
“Harga pokonya tetap. Mahalnya harga LPG di pasaran itu terjadi karena biaya operasional. Sejak kenaikan BBM kan otomatis biaya pengiriman juga semakin mahal,” terang Herdiyanto.
Ia menjelaskan kuota LPG Malang Raya saat ini adalah 125 ribu tabung per hari. Kuota tersebut tidak dipengaruhi kenaikan harga BBM. Permintaan konsumen pada LPG 3 kg juga masih stabil.
“Kuota LPG untuk Malang Raya sendiri sebanyak 125 tabung per hari. Kuota itu juga selalu habis karena permintaan konsumen terhadap LPG 3 kg masih stabil. Kita juga terus memantau adanya peralihan LPG 12 kg ke 3 kg,” pungkasnya. (mg5/oci)