IHSG Kompak Menghijau

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 11 poin buntuti penguatan bursa-bursa regional. Harapan perbaikan ekonomi Tiongkok membuat pelaku pasar berani berburu saham. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.265 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.270 per dolar AS.
Membuka perdagangan kemarin, IHSG naik tipis 5,327 poin (0,10 persen) ke level 5.169,615 di tengah negatifnya bursa global dan regional.  Investor masih berani berburu saham-saham unggulan meski banyak sentimen negatif yang beredar. Indeks terus menanjak hingga ke titik tertingginya hari ini di 5.194.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG bertambah 22,570 poin (0,44 persen) ke level 5.186,858 berkat aksi beli investor domestik. Neraca perdagangan RI yang surplus bulan lalu memberi dorongan positif.
Aksi beli berhasil menahan indeks di zona hijau. Saham-saham di sektor konstruksi memimpin penguatan, dibuntuti saham-saham komoditas.
Menutup perdagangan, Selasa (1/12/2014), IHSG tumbuh 11,505 poin (0,22 persen) ke level 5.175,793. Sementara Indeks LQ45 melaju 2,879 poin (0,32 persen) ke level 893,578. Dana asing masih mengalir masuk lantai bursa meski tidak banyak. Transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 161,76 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan kemarin berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 254.351 kali dengan volume 7,177 miliar lembar saham senilai Rp 6,051 triliun. Sebanyak 156 saham naik, 121 turun, dan 100 saham stagnan.
Bursa saham Tiongkok memimpin penguatan dengan lonjakan lebih dari 3 persen. Bursa regional pun kompak membuntuti penguatan ini.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGMR) naik Rp 425 ke Rp 61.125, Samudera Indonesia (SDMR) naik Rp 400 ke Rp 14.000, Indocement (INTP) naik Rp 250 ke Rp 25.675, dan Goodyear (GDYR) naik Rp 200 ke Rp 16.500.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 800 ke Rp 7.025, Mayora (MYOR) turun Rp 700 ke Rp 24.300, SMART (SMAR) turun Rp 500 ke Rp 7.500, dan HM Sampoerna (HSMP) turun Rp 350 ke Rp 69.375.(dtc/fia)