Tiket Kereta Naik Tiga Kali Lipat

MALANG - Pengguna KA Matarmaja siap-siap merogoh kocek lebih banyak sebab tiketnya naik hampir tiga kali lipat mulai 1 Januari 2015 mendatang. Kendati tiket KA ekonomi tujuan Stasiun Pasar Senen Jakarta itu membumbung tinggi, peminatnya tetap saja tinggi. Buktinya, penjualan tiket KA Matarmaja tujuan Stasiun Pasar Senen sudah habis terjual hingga 13 Januari mendatang.
Wakil Kepala Stasiun KA Kota Baru, Suyoto mengatakan,  tiket KA Matarmaja naik dari Rp 65 ribu menjadi Rp 135 ribu hingga Rp 180 ribu. Kebijakan  tersebut mulai diberlakukan untuk pembelian tiket keberangkatan mulai 1 Januari.  “Tiket KA Matarmaja disesuaikan karena subsidi yang selama ini diberikan untuk tiket kereta ekonomi dialihkan ke kereta lokal dan komuter,” jelas Suyoto.
Kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh KA ekonomi jarak jauh  dan jarak sedang. Terdapat 19 KA ekonomi lain yang juga mengalami nasib seperti KA Matarmaja pasca public service obligation (PSO) atau subsidi KA ekonomi dialihkan ke KA lokal dan komuter.
Kendati harga tiket KA Matarmaja naik, jumlah penumpangnya malah semakin meningkat pada pekan pertama dan kedua Januari 2015. Suyoto menjelaskan, saat ini tiket KA Matarmaja yang tersedia hanya untuk 14 Januari hingga beberapa hari kemudian.
Itu pun dalam waktu dekat tiket pemberangkatan 14 Januari segera ludes terjual karena banyaknya pembeli. “Sekarang tiket untuk 14 Januari dari Stasiun KA Kota Baru tujuan Stasiun Pasar Senen, Jakarta tinggal beberapa saja,” jelas mantan Kepala Stasiun KA Kota Lama, Kota Malang ini.
Sedangkan tiket KA Matarmaja dari Stasiun KA Pasar Senen, Jakarta ke Stasiun KA Kota Baru sudah habis terjual hingga 5 Januari. Suyoto memprediksi, cepat ludesnya tiket KA Matarmaja di akhir Desember hingga pekan kedua Januari karena musim liburan. Apalagi menurut dia, Malang menjadi tujuan wisata andalan. “Selain itu KA Matarmaja memang sudah memiliki pasar tersendiri,” ujarnya.  
Kendati harga tiket naik, layanan KA Matarmaja tidak mengalami perubahan. Layanan yang diberikan yakni kereta menggunakan AC, tak ada penumpang berdiri karena hanya menjual tiket untuk tempat duduk. Daya angkutnya pun tetap. Yakni sekali berangkat membawa delapan gerbong atau kereta penumpang. Setiap kereta penumpang berkapasitas 106 tempat duduk.
Sedangkan tiket KA eksekutif dan bisnis tujuan Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen, Jakarta tidak mengalami kenaikan. Penjualan tiketnya menggunakan harga batas atas dan batas bawah. KA Gajayana  dari Stasiun KA Kota Baru menuju Stasiun Gambir, Jakarta dijual dengan  harga antara Rp 400 ribu hingga Rp 560 ribu.  Tiket KA Jayabaya  tujuan Stasiun Pasar Senen,  Jakarta berkisar antara Rp 220 ribu sampai Rp 460 ribu.
Sementara itu, harga tiket KA Penataran dari Surabaya ke Malang dan sebaliknya Rp 5.500, harga tiket KA Penataran tujuan Stasiun Kota Baru menuju Blitar tak mengalami kenaikan, yakni  seharga Rp 5.500. Sejumlah penumpang yang mencari tiket KA Matarmaja saat ditemui di Stasiun KA Kota Baru kemarin mengaku tak mempersoalkan kenaikan harga tiket. Mereka tetap memilih kereta api tersebut karena dinilai masih murah.
“Saya sudah tahu harga tiketnya naik. Ya gimana lagi,” kata Irwan, warga Celaket. Namun ia harus menunda niatnya sebab tiket KA Matarmaja yang dicarinya sudah habis terjual. ”Setelah 15 Januari baru ke Jakarta,” sambungnya.
Penumpang lain yang ditemui di loket penjualan tiket KA Matarmaja juga mengalami hal yang sama. Beberapa di antara penumpang yang ditemui Malang Post mengaku pindah moda transportasi lain. Salah satunya yakni bus. (van/han)