Perhiasan Kelas Dunia Hadir di Hotel Tugu

MALANG – Menyambut tahun baru dan hari raya Natal Hotel Tugu menggelar pameran perhiasan limited edition dari berbagai desainer dunia. Pameran digelar sejak Sabtu (6/12) hingga 6 Januari 2015 mendatang. Tema The Treasure of Silver and Gemstone Artisan Jewelry menghadirkan aneka perhiasan perak murni yang dipadukan dengan berbagai batuan alam.
Pameran dihelat di ruang Shanghai Noon Boutique & Waroeng Shanghai 1920. Menghadirkan 300 jenis perhiasan seperti cincin, gelang, liontin, kalung dan anting. Harga yang ada mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 5 juta. Dibuat oleh desainer dunia seperti Donna Angelina, Lyn Schwaiko, Asiattic Design, Prepen Jewerly dan Janice Gerardi.
“Perhiasan yang ada merupakan limited edition dan dibuat oleh desainer dunia sehingga bentuknya sangat unik. Segmen pasar kita bukan hanya untuk kolektor atau kalangan menengah keatas tapi mahasiswa juga bisa membelinya karena harganya bervariasi,” tutur Supervisor Shanghai Noon Boutique and Waroeng Shanghai 1920 Hotel Tugu Malang, Anita Yudi Jayanti.
Beberapa harga perhiasan yang ada seperti Liontin Silver Pendant Mokite Green Stone Rp 1,100 juta, Silver Snake Chain 8 gram Rp 1,850 juta, Charm Brachelet Aquamarine Beads With Silver Charm 54 gram Rp 2,500 juta dan Ring Karung Pasir Kuning Rp 2,950 juta. Nuansa antik dengan berbagai barang kuno sengaja dihadirkan untuk memberikan kesan unik pada perhiasan yang dipamerkan.
“Bagi kolektor perhiasan dan batuan antik dan unik harga yang ada terbilang murah. Apalagi adanya batu-batuan yang menambah kesan mewah dan elegan,” lanjutnya.
Ia mengatakan, harga perhiasan yang murah karena pelapis terbuat dari perak, bukan emas.
Pemilihan bahan dasar perak ini karena masyarakat yang menyukai warna putih daripada emas kuing. Namun jika menggunakan warna emas putih Anita menuturkan harganya akan lebih mahal.
“Masyarakat lebih menyukai perhiasan perak karena perawatannya lebih mudah dan tidak terlihat mencolok,” ujar Anita.
Anita menuturkan, sampai saat ini (kemarin, red) sudah banyak perhiasan yang terjual. Pembelinya lebih banyak dari kalangan turis yang saat itu berkunjung ke Malang. Namun warga lokal dan luar kota yang merupakan pembeli langganan pameran perhiasan yang diadakan Hotel Tugu juga banyak. Ia menargetkan pada akhir pameran jumlah perhiasan bisa terjual habis.
“Target kita tentunya semua perhiasan yang ada di pameran ini habis. Kalaupun tidak ya minimal sisa 10 sampai 20 persen. Tapi sampai sekarang sudah terjual hampir 30 persen,” ucapnya.
Menurut Anita, kelebihan batuan yang terdapat pada perhiasan selain menambah kesan mewah juga bisa digunakan sebagai healing atau penyembuhan. Ia menambahkan, berbagai koleksi yang ada bisa dijadikan untuk gift momen Natal dan tahun baru karena bisa mengungkapkan rasa kasih dan cinta.
“Lewat batu-batuan yang mereka kenakan, kita bisa tahu apa maksud yang ingin pemakainya utarakan. Contohnya, Prehnite yang maknanya Unconditionally Love,”  pungkasnya. (mg5/ary)