Berburu Batik Eyang Putri

MALANG – Dalam setahun, diskon di galeri Batik Eyang Putri yang berada di Jl. Terusan Borobudur itu hanya memberikan dua kali diskon. Biasanya pada saat anniversary dan akhir tahun seperti saat ini.
Kepala Galeri Batik Eyang Putri Milu Mega Utama mengatakan, hingga akhir Desember diskon yang diberikan adalah 10 persen yang berlaku untuk semua item. Bukan hanya kain batik, di galeri itu ada juga beberapa baju dan mukena batik. Untuk kain batik yang dijual sudah merupakan potongan dengan lebar 2.4 meter.
“Diskon disini jarang sekali. Kalau saat ini diskonnya 10 persen dan berlaku untuk semua item. Pembeli bisa memilik kain batik, baju atau mukenah,” tutur Milu pada Malang Post.
Harga kain batik berbeda tergantung dari jenisnya. Batik tulis harga per potongnya Rp 135 ribu hingga Rp 1.5 juta. Sedangkan batik sutra mulai Rp 330 ribu hingga Rp 800 ribu. Untuk batik cap Rp 60 ribu sampai Rp 120 ribu.
“Kalau batik sarimbit dengan motif kain dolbi harganya Rp 300 ribu hingga Rp 425 ribu,” lanjutnya.
Ia mengatakan, untuk harga koleksi baju batik yang ada harganya mulai Rp 140 ribu hingga Rp 275 ribu. Sedangkan untuk mukena Rp 135 ribu sampai Rp 200 ribu. Menurutnya, harga koleksi batik yang ada di Galeri Batik Eyang Putri termasuk murah karena pemilik langsung membeli batik di pabrik sepupunya yang ada di Kota Solo. Ia juga mengungkapkan, pembeli kain batik bukan hanya orang tua tapi banyak juga anak-anak muda terutama mahasiswa.
“Saat musim wisuda banyak mahasiswa yang membeli kain batik. Terutama batik tulis. Satu orang biasanya beli hingga empat buah katanya untuk gift,” terangnya saat ditemui di galeri.
Selain itu, koleksi baju yang ada di galeri itu hanya ada ketika akhir tahun karena stok lebaran yang masih ada. Menurutnya, kain batik saat ini sudah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. tidak hanya acara formal karena desain yang lebih fashionable. Kain batik tidak hanya untuk baju namun bisa juga digunakan sebagai pelapis tas, sepatu dan berbagai aksesoris lainnya.
“Batik sekarang sudah lebih membumi karena aplikasinya bukan hanya untuk baju tetapi pada beragam aksesoris seperti sepatu, tas, dompet, dan lainnya. Itu yang membuat permintaan batik semakinmeningkat,” ungkap Milu.
Sekadar tambahan, Milu menjelaskan, batik tulis adalah salah satu jenis hasil proses produksi dimana teknis pembuatan motifnya langsung ditulis secara manual. Alat untuk menulisnya atau yang biasa disebut canting terbuat dari tembaga dengan gagang dari bambu. Ujung dari canting atau biasa disebut cucuk, mempunyai lubang yang bervariasi sehingga bisa menentukan besar kecilnya motif. (mg5/oci)