Mulai 19 Desember, Sriwijaya Tambah Flight Rute Malang-Jakarta

MALANG – Jelang Natal dan Tahun Baru 2015, maskapai Sriwijaya Air menyiapkan ekstra flight. Mulai 19 Desember, ada satu armada tambahan untuk rute Malang-Jakarta. Sehingga penerbangan dengan tujuan Malang-Jakarta, Jakarta-Malang menjadi empat kali dalam sehari. Penambahan armada ini akan dilakukan hingga 5 Januari 2015.
District Manager Sriwijaya Air Malang M. Yusri Hansyah menuturkan, ekstra flight ini akan mengambil jam terbang ketiga dari Malang, yakni pukul 13.10 WIB. “Mulai pekan depan penerbangan Sriwijaya menjadi empat kali dalam sehari untuk tujuan Jakarta, dan empat kali dari Jakarta ke Malang,” tuturnya.
Menurut dia, ekstra flight ini untuk memenuhi kebutuhan calon penumpang yang meningkat ketika menyambut Natal dan Tahun Baru. Sebab, berdasarkan pengalaman tahun lalu, tingkat keterisian penumpang (load factor) dari maskapai tersebut sangat tinggi. Menurutnya, 2013 lalu Sriwijaya tidak menambah ekstra flight, namun sejak dua pekan sebelum Tahun Baru, load factor antara 97-100 persen.
Yusri menerangkan, hingga pekan kedua di bulan ini, permintaan tiket juga sudah sangat tinggi. Sebagai bukti, untuk dua penerbangan pertama tujuan Jakarta, tingkat keterisian sudah di atas 90 persen. Sementara itu, untuk ekstra flight yang berarti terbang siang hari, hingga kemarin reservasi tiket sudah mencapai 78 persen.
“Untuk itulah kami menambah ekstra flight. Sebab kami menjadikan tahun lalu sebagai patokan dan ternyata, di pekan pertama untuk tiga penerbangan kami sudah sangat tinggi load factornya,” beber dia kepada Malang Post.
Dia menambahkan, load factor Sriwijaya diprediksi akan memuncak antara tanggal 22-24 Desember dan berlanjut antara 27-31 Desember. Ia optimis empat penerbangan Sriwijaya akan penuh di angka 100 persen.
“Untuk arus balik setelah tahun baru, antara 2-5 Desember. Saat ini pemesanan tiket ke Jakarta juga sudah mulai terlihat tinggi,” papar pria berkepala plontos tersebut.
Untuk harga tiket, dia memastikan tidak akan ada kenaikan berarti. Harga tiket, dipatok antara Rp 800 ribu hingga Rp 1,4 jutaan. Sementara itu, Desember tahun ini secara keseluruhan dia meyakini load factor sebesar 97 persen. (ley/oci)