Toko Kelontong Bisa Jadi Agen BRILink

MALANG – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mulai meresmikan salah satu program layanan keuangan tanpa kantor (BRILink) di Desa Peniwen, Kecamatan Kromengan, Kamis (12/12). Melalui layanan tersebut, nasabah BRI bisa bertransaksi keuangan mulai dari pembayaran pulsa, listrik, angsuran kredit hingga belanja.
“BRILink ini merupakan sebuah inovasi dalam dunia perbankan dengan tujuan mempermudah akses perbankan kepada masyarakat. Terutama masyarakat mikro yang unbanked people,” ujar Kepala BRI Kanwil Malang, Mardiwibawa.
Dia menyampaikan, BRILink ini juga mendukung program pemerintah berupa financial inclusion. Sehingga, masyarakat bisa menerima edukasi untuk pengelolaan keuangan melalui pemanfaatan produk dan layanan perbankan.
Menurut dia, BRILink ini memiliki keunggulan karena menyentuh berbagai kalangan, hingga ke pelosok desa sekalipun. Bahkan, masyarakat bisa memiliki alat untuk menjadi agen BRILink, hanya dengan syarat memiliki usaha. Baik usaha tersebut dalam usaha besar, hingga skala kecil seperti toko kelontong dan bengkel.
“Di Malang Raya ini banyak agen BRILink dengan usaha yang tidak terlalu besar. Akan tetapi, dengan menjadi agen kami, bisa mempermudah tetangga, saudara dan diri sendiri untuk bertransaksi,” beber dia kepada Malang Post.
Dia mengatakan, selain menekan transaksi uang tunai, layanan BRILink juga mempermudah layanan kepada masyarakat yang tinggal di pelosok. Masyarakat tetap bisa melakukan transaksi meski jauh dari mesin ATM.
"Toko kelontong juga bisa menjadi agen BRILink. Mereka tetap melakukan transaksi yang nilainya kecil mulai dari Rp 1. Tidak ada batasan minimal saat transaksi menggunakan layananan BRILink," ujarnya.
Ia menjelaskan, dengan layanan itu, masyarakat yang tinggal di pelosok bisa melakukan berbagai macam transaksi. Misalnya bayar listrik, bayar pulsa, bayar telepon, bayar air, dan setor uang. "Layanan BRILink ini sama seperti bank, tapi tidak perlu kantor. Hanya perlu mencari agen BRILink-nya,” tegas dia.
Dia menjelaskan, sejatinya BRILink ini sudah mulai dijalankan sejak Arpil 2014. Kini, layanan BRILink di bawah  Kanwil BRI Malang mencapai 3.824 agen, yang meliputi 23 kabupaten/kota di wilayah Jawa Timur. Mulai dari Banyuwangi hingga sisi barat di Madiun dan Magetan.
“Pertama kali dikenalkan masih awal tahun. Tetapi, untuk peresmian baru hari ini, serentak secara nasional,” papr dia panjang lebar.
Sementara itu, nilai transaksi dari layanan BRILink selama delapan bulan telah menembus Rp 62,5 miliar dengan jumlah transaksi 65.294 kali. Sementara, untuk tahun depan Kanwil BRI Malang menargetkan pertumbuhan mencapai tiga kali lipat, yakni di angka 10 ribu agen BRILink. Secara nasional, jumlah agen BRILink m,encapai 14.388 dengan transaksi sebanyak 766 ribu transaksi dengan total volume menapai Rp 632,4 miliar.
Sementara itu, Launching BRILink untuk wilayah Malang memilih Desa Peniwen, Kecamatan Kromengan. Di tempat itu, akses perbankan harus dilalui masyarakat hingga 5 kilometer. Menurutnya, wilayah itu bisa menjadi bukti bermanfaatnya BRILink bagi masyarakat mikro. “Kabupaten Malang ini daerahnya ada yang jauh dari akses perbankan. Tetapi, ada agen BRILink yang bisa memberi transaksi mencapai Rp 1 miliar dalam sebulan,” tandasnya. (ley/oci)