OJK Malang Buru 500 Karyawan Baru

MALANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Wilayah Kerja Malang, bersiap berburu karyawan baru. Sebab, lembaga independen yang baru berusia satu tahun ini, masih membutuhkan tambahan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memaksimalkan kinerja OJK.
“Kira-kira tahun depan kami akan melakukan rekruitmen sebanyak 500 orang untuk memenuhi kebutuhan SDM kami,” ujar Kasubbag Pengawasan OJK Kanwil Malang, Jimmy Hendrik Simarmata dalam sosialisasi OJK kepada Media dan Humas se-Wilayah Kerja Kantor OJK Malang, Sabtu (13/12/14) lalu.
Ditambahkan sampai dua tahun ke depan, diperkirakan OJK Kanwil Malang masih membutuhkan sekitar 2.000 personel untuk memaksimalkan kinerjanya. Dengan keterbatasan SDM yang dimiliki sekarang, Jimmy mengatakan pihaknya masih terbatas untuk melakukan tugasnya.
Keterbatasan tersebut meliputi, pemetaan terhadap segmen OJK, sosialisasi ke berbagai elemen masyarakat, tindakan pengawasan dan lain-lain. Dampaknya, belum banyak pengguna jasa keuangan di Masyarakat yang mengetahui secara pasti apa fungsi dan tugas OJK.
“Sampai sekarang, sosialisasi baru kami lakukan ke akademisi dan ibu rumah tangga saja. Kami masih memiliki keterbatasan di SDM, disamping usia OJK di Malang masih muda,” jelasnya. Dengan menambah SDM di Kota Malang, OJK Kanwil Malang bisa maksimal dalam melaksanakan tugasnya.
Lebih lanjut, Jimmy menyatakan OJK memiliki tantangan yang berat. Sebab, sebagai lembaga yang secara nasional baru berusia tiga tahun ini, masih sedikit masyarakat yang tahu keberadaan OJK.
OJK sendiri, tambah dia, memiliki peran untuk melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan, pasar modal, asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan dan lembaga jasa keuangan lainnya. Hal tersebut dilakukan untuk menciptakan sistem yang terintegrasi.
Akan tetapi, OJK hanya bisa melakukan pengawasan di jasa keuangan yang terdaftar di OJK sendiri. Untuk lembaga jasa keuangan yang tidak terdaftar, OJK tidak memiliki wewenang untuk mengawasinya. “Karena itu, masyarakat sebaiknya menggunakan jasa keuangan yang sudah terdaftar di OJK agar keamanan keuangannya terjamin,” pungkas Jimmy.(erz/ary)