Disambut OJK, Digoyang BBM

MALANG – Tahun 2014 segera berakhir. Berbagai permasalahan dan perkembangan ekonomi dan bisnis terjadi, baik secara nasional maupun lokal di Malang Raya. Mulai dari kehadiran Otoritas Jasa Keuangan sebagai pendamping Bank Indonesia untuk mengawasi lembaga keuangan, hingga jelang akhir tahun kenaikan BBM Bersubsidi yang diputuskan oleh Presiden Jokowi.
Awal tahun, OJK secara resmi sudah bertugas di beberapa daerah yang telah terdapat Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI), salah satunya di Malang. Tugas pertama yang dilakukan oleh OJK kala itu berkonsolidasi dengan BI, serta fokus dalam pembenahan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Di Malang, OJK hadir di Jalan Kawi Kota Malang.
BPR yang selama ini pengawasannya tidak terlalu maksimal, mulai harus melakukan pembenahan. Tidak hanya dari segi administrasi dan pelayanan, namun juga dari sisi manajerial. Tidak ketinggalan, permodalan minimum juga diberikan bagi BPR yang hendak melakukan ekspansi.
Peraturan tersebut bertujuan menertibkan administrasi BPR, serta membuka kesempatan persaingan bagi bank untuk kaum mikro tersebut bersaing dengan perbankan besar. Sebab, diakui maupun tidak, BPR justru memiliki kedekatan emosional yang lebih dengan nasabah, sehingga nasabah dengan gampang dan percaya mempercayakan simpanan serta kredit via BPR.
Dari sektor otomotif, pabrikan motor Honda sangat aktif mewujudkan targetnya di tahun 2013 lalu. Selama 2014, Honda melakukan penyempurnaan untuk semua kategori motornya dengan menggunakan mesin berteknologi fuel injection (PGM-FI). Mulai dari motor matik, cube hingga sport, kini sudah mengusung teknologi yang lebih hemat akan penggunaan bahan bakar.
Berbagai macam acara dilakukan oleh MPM Malang untuk mengenalkan setiap seri terbaru dari Honda. Mulai dari Beat Series, New Honda Verza, New Mega Pro, hingga mengadakan sebuah kegiatan yang berlangsung secara nasional, yakni Ekspedisi Nusantara. Kebetulan, ekspedisi yang diikuti oleh puluhan rider terpilih tersebut singgah di Malang sebelum melanjutkan perjalanan selanjutnya.
Tercatat, Honda menjadi salah satu pabrikan motor paling aktif sepanjang 2014 untuk meluncurkan seri terbaru. Hal ini meninggalkan kompetitor lain, yang mulai mengadakan promo jelang akhir 2014 ini.
Otomotif roda empat pun tidak kalah mentereng. Penjualan mobil di Malang dan sekitarnya terkerek dengan kehadiran beberapa seri terbaru, termasuk dari seri low cost green car (LCGC). Yang cukup fenomenal, Honda mulai berani bermain di kelas low multi purpose vehicle (low MPV) dengan kehadiran Honda Mobilio. Seri tersebut, langsung melejit dengan catatan indenan di Malang dalam tempo dua bulan pasca pengenalan mencapai 300 unit. Setelah itu, penjualan berangsur normal dan memiliki averages sales 100 unit per bulan.
Kehadiran Mobilio langsung bersaing dengan Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Terakhir, seri Datsun Go+ Panca pun mulai membingungkan pecinta otomotif dalam memilih mobil yang cenderung dipilih untuk memenuhi kebutuhan keluarga tersebut. Semua varian dari berbagai pabrikan tadi bersaing pula dengan Suzuki Ertiga dan Chevrolet Captiva di seri yang sama.
Sementara itu, di tahun 2014 di Kabupaten Malang juga sempat berlangsung Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XIV yang cukup menggairahkan sektor ekonomi di Malang. Puluhan hotel di Malang fully booked selama sepekan, dan transaksi di seputaran area Penas menembus Rp 300 miliar dalam empat hari. (Stenly Rehardson)