Saturday Night Fever di Taman Indie

MALANG – Menyambut pergantian tahun, Taman Indie River View Resto akan menampilkan suasana dan nuansa yang berbeda. Jika sebelumnya resto yang berada di Kota Araya ini kental dengan nuansa tradisional, maka nanti malam area Taman Indie akan disulap menjadi sebuah kota di era tahun 1960-an.
Bertajuk Back to 60’s, Taman Indie merayakan Tahun Baru 2015 dengan menggeber interior bergaya vintage. Para tamu bisa merasakan atmosfer khas tahun 1960-an sejak berada di area parkir. Di sana, terdapat miniatur beberapa bangunan retro, seperti gedung bank, gedung bioskop maupun taman bermain.
Empat mobil kuno juga berjajar rapi di antara miniatur bangunan retro. Dua di antaranya, yakni Chevrolet Delray buatan tahun 1958 dan Ford Galaxie tahun 1967, diboyong dari Museum Angkut untuk mempermanis tampilan. Sedangkan dua lainnya, yakni VW varian tahun 1964 dan VW Beetles tahun 1953 merupakan koleksi pribadi.
“Kami ingin menciptakan suasana baru dan berbeda agar para tamu bisa menikmati momen pergantian tahun baru dengan lebih meriah. Miniatur bangunan retro serta mobil kuno kami pajang di pintu masuk agar suasana 1960-an bisa langsung terasa saat para tamu tiba di area taman Indie,” beber Manajer Promosi Araya, Andi Eko, kemarin.
Untuk menyempurnakan interior retro tersebut, Taman Indie juga menggeber beragam hiburan khas tahun 1960-an. Di antaranya mendatangkan band yang mengusung lagu-lagu di era tersebut hingga menyediakan dance floor alias lantai dansa untuk para tamu.
“Era 1960-an lagi ramai-ramainya dansa. Seperti yang dipopulerkan di film Saturday Night fever yang dibintangi John Travolta. Nanti di sana akan ada hiburan line dance plus penampilan band yang membawakan lagu The Beatles dan Koes Plus,” sambungnya.
Untuk dapat menikmati keseruan suasana era 1060-an ini di Taman Indie, para tamu cukup membayar harga tiket masuk Rp 75 ribu/pax. Dengan membayar tiket masuk ini, para tamu akan mendapatkan uang Taman Indie senilai Rp 75 ribu, yang dapat digunakan untuk membeli makanan di area back to 60’s.
“Di dalam, kami akan menyediakan beberapa gubuk yang menjual aneka makanan dan jajanan khas 1960-an ala Amerika dan Eropa seperti bakery, muffin, ont bijkoek dan warmball cokelat hingga kudapan tradisional nusantara, antara lain aneka gorengan, cenil, roti moho dan onde-onde,” lanjut Andi. (nda/fia)