Akhir Tahun, Emas Kembali Turun

MALANG - Harga emas Antam yang turun Rp 3000 per gram terjadi pada hari Selasa (31/12) kemarin. Saat ini emas murni 99 persen dengan berat 100 gr berada pada posisi Rp 480 ribu per gram.
Marketing Bulan Purnama Gold, Purwanto mengatakan, harga emas batangan itu sempat menguat pada (11/12) dengan harga Rp 498 ribu per gram dengan $ 1.202  per troy ounce.  Namun kurs emas terus mengalami penurunan hingga menjadi Rp 480 ribu  per gram dan $1.187 per troy ounce. Sementara itu, harga emas lokal masih dalam kondisi normal yaitu Rp 482 ribu per gram.
“Untuk emas Antam sempat menguat pada (11/12) kemarin. Tapi hari ini turunnya lumayan banyak yaitu Rp 3000  per gram,” tutur Purwanto.
Menurutnya, berat emas murni 100 gram hingga 1 kilo menjadi patokan saat meilihat harga. Hal itu dikarenakan untuk ukuran terkecil seperti 1 gram harganya lebih mahal karena terdapat biaya cetak Rp 75 ribu per gram.
“Jika kita menggunakan patokan harga emas yang ukuran 1 gram maka nanti hasil emas Antam akan lebih mahal dibandingkan dengan emms lokal. Padahal yang lebih murah saat ini kan yang Antam,” lanjutnya.
Pemilik Bulan Purnama Gold, Yuli Pamungkas mengatakan, harga emas yang semakin menurun di akhir tahun sering terjadi ketika Amerika Serikat mulai melakukan pembenahan ekonominya. Ia mengatakan, kondisi ekonomi AS yang semakin membaik menjadi faktor banyaknya masyarakat yang menginvestasikan uangnya dalam bentuk dolar dibandingkan dengan emas, minyak dan sektor lainnya.
“Pembenahan ekonomi yang dilakukan AS membuat dolar semakin menguat sementara nilai rupiah kita terus melemah. Itu juga yang menjadi pemicu banyaknya investor yang lebih tertarik pada dolar dibandingkan emas,” terangnya pada Malang Post.
Menurutnya, harga emas pada awal dan akhir tahun yang biasanya semakin mahal kini menjadi lebih murah. Hal itu terjadi sejak tiga tahun terakhir. Ia juga menambahkan, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui naik turunnya kurs emas meskipun saat ini pembeli emas batangan juga terus bertambah.
“Masyarakat perlu mengetahui kapan harga emas turun dan naik. Itu penting, karena fenomena yang sering terjadi adalah mereka membeli emas saat harganya mahal,” ucap Yuli.
Hal yang sama juga terjadi pada Pegadaian. Pembeli emas lebih banyak saat harganya mahal. Marketing Pegadaian, Lis Widia Ningsih mengatakan harga emas yang yang turun Rp 3000 per gram masih belum diketahui oleh masyarakat. Menurutnya, penurunan yang terjadi masih dalam angka yang wajar karena tidak menembus angka Rp 5000 per gram.
“Mungkin karena masyarakat jarang cek harga emas sehingga mereka tidak tahu kapan harganya naik dan turun. Tapi penurunan harga emas saat ini masih wajar,” ungkap Lis.
Sementara itu, untuk buyback emas oleh Antam turun Rp 1.000 per gram menjadi Rp 472 ribu  per gram. (mg5/fia)