2014 Ditutup Kenaikan Tarif ATM

MALANG -Tahun 2014 ditutup dengan kenaikan tarif ATM. Kebijakan yang telah dilaksanakan untuk sejumlah bank itu dinilai tak dipermasalahkan konsumen. Customer Service CIMB Niaga Ida Dwi Priasti mengatakan hingga penutup tahun lalu belum ada complain dari nasabah terkait pemotongan saldo itu.
Ida mengungkapkan pemotongan saldo berbeda untuk setiap transaksi yang dilakukan. Tarik tunai yang semula Rp 5.000 kini menjadi Rp 7.500. Cek saldo dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.000 dan biaya transfer saat ini Rp 6.500 dari harga semula Rp 5.000. Tarik tunai yang tidak berhasil karena saldo yang tidak mencukupi juga dikenakan biaya Rp 3.000.
“Sebelum peraturan itu ditetapkan kami telah memberikan informasi kepada para nasabah sehinngga sampai saat ini belum ada complain masuk terkait tarif yang berlaku,” ucap Ida pada Malang Post.
Menurutnya, informasi itu telah disampaikan melalui website resmi CIMB Niaga sejak jauh hari.  Penyesuaian biaya transaksi  itu berlaku untuk Kartu Debit bank di jaringan ATM Link, Bersama, dan Prima. Nasabah yang ingin bertransaksi namun terdapat minimal saldo yang dibutuhkan, Ida menyarankan untuk mencari jaringan Link atau Prima agar tidak dikenakan biaya.
“Jika saldo nasabah setelah melakukan transaksi tidak mencukupi untuk membayar tarif maka biaya administrasi otomatis akan didebet saat adda dana masuk,” lanjutnya.
Hampir seluruh ATM di Indonesia termasuk dalam jaringan ATM Bersama dan ATM Prima. Sebanyak 82 bank dalam jaringan ATM bersama seperti Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, CIMB Niaga, BII, Panin Bank, Bank Permata, hingga beberapa Bank Pembangunan Daerah (BPD). Sedangkan bank peserta jaringan ATM Prima sebanyak 57. Beberapa diantaranya BCA, dan Bukopin. Mayoritas bank peserta ATM Bersama, juga merupakan bank peserta ATM Prima.(mg5/ary)