Harga Lukisan Semakin Mahal

MALANG – Tidak banyak penjual lukisan yang bisa bersaing ditengah minimnya minat masyarakat terkait karya seni itu. Namun hal itu bisa diatasi dengan melihat trend yang sedang disukai oleh pembeli.
Pemilik Nivana Auction Toni Hartanto mengatakan, penjualan lukisan akan menjadi bisnis yang tidak ada matinya jika mampu melihat apa yang sedang menjadi keinginan masyarakat. Meskipun bukan kebutuhan pokok, masih banyak pembeli yang menyukai dunia seni. Ada berbagai jenis lukisan yang ia jual seperti palet, naturalis, abstrak, karikatur dan sketsa. “Lukisan memang bukan kebutuhan pokok tapi karena masih banyak masyarakat yang menyukai karya seni itu membuat bisnis ini sedikit cerah,” ujarnya kepada Malang Post, kemarin.
Tidak banyak pembeli perorangan, biasanya dari pihak hotel, bank, guest house dan rumah makan. Untuk melayani permintaan pasar, Toni membeli lukisan itu dari tangan kedua dan mendatangkan dari berbagai daerah seperti Bandung, Jogja dan Jakarta. Sebagian besar lukisan yang ada bertema tempo dulu, alam dan karakter orang maupun wayang. Selain dari kualitas bahan, ia mengatakan, nama pelukis juga menjadi penilaian untuk menentukan harga. “Lukisan dari Astamaji ada yang sudah terjual. Itu harganya antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta. Kalau yang dari Fadilah dengan ikan koinya itu Rp 10 juta,” lanjut Toni.
Terdapat beberapa pelukis lain yang menghiasi galeri itu seperti Anang dengan lukisan alamnya yang dijual Rp 5 juta hingga Rp 6 juta dan Cipto Adi yang melukis karakter pewayangan. Ia menjual lukisan itu dengan harga Rp 7 juta. Selain Toni, ada juga penjual lukisan yaitu Anis Ludiah yang membuka Herry Arema Galery. Menurutnya, penikmat seni lukis dari tahun ke tahun terus bertambah. Sebagian besar lukisan yang ada di galeri itu bertema tradisional dan tempo dulu. Ada juga tema bunga dan nuansa alam. Karena ia tidak membeli dari pelukis terkenal maka harganya tergantung dari kualitas bahan yang dipakai dan lamanya proses pengerjaan. “Untuk harganya mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 25 juta untuk ukuran 2x1 meter. Itu jenis lukisan timbul. Kalau pesanan maka harganya lebih mahal,” jelas Anis.
Ada juga kerajinan dalam bentuk kaligrafi dengan harga Rp 400 ribu sampai Rp 2.5 juta.
Anis menjelaskan awal mula membuat gallery ini karena pada tahun 1999 jarang ada penjual lukisan, kalaupun ada maka harganya sangat mahal. Dari situlah ia mulai merintis usaha menjual lukisan dengan harga yang terjangkau namun kulitasnya bagus.
Ia menjelaskan, setiap minggu, pelukis akan datang ke galeri untuk menawarkan lukisan yang dibuat. Setiap hari ia juga mengirim lukisan tersebut ke beberapa kota seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, Kalimantan, Sulawesi. Bahkan beberapa bulan terakhir ia sempat mengirim ke Malaysia. “Pas liburan sekolah dan menjelang lebaran banyak pembeli yang datang. Biasanya mereka gunakan sebagai oleh-oleh khas Malang ketika mudik,” pungkasnya. (mg5/udi)