Naik Lagi, Pengusaha Merasa Kebingungan

MALANG – Kenaikan harga LPG 12 kilogram, membuat sejumlah pengusaha di Kota Malang kocar-kacir. Pasalnya, kenaikan harga LPG tersebut dinilai terlalu cepat, padahal belum genap satu semester harga LPG 12 kilogram itu kembali  naik.
Manajer Marketing PT Gading Mas Indah, salah satu agen LPG di Kota Malang, Maret Sri Kusnandar mengatakan, harga satu tabung dari agen paska kenaikan harga LPG 12 kilogram menjadi Rp 136.000 dari sebelumnya Rp 116.000.
"Itu harga dari agen, di pengecer harganya berbeda, bisa mencapai Rp 140.000," ungkap Maret saat dihubungi Malang Post kemarin (4/1/15). Ditambahkan, paska kenaikan tersebut banyak pengecer yang beralih ke LPG 3 kilogram. "Jadi waktu diantar, banyak yang menyetop dan meminta LPG 3 kilogram saja," ungkap Maret.
Menurutnya, selama dua hari itu kenaikan harga BBM masih belum tampak jelas. Tapi, lanjutnya, dia mulai merasakan adanya penurunan permintaan dari pelanggan. Biasanya, setiap hari dia berhasil memasok 400 sampai 500 ke pelanggan.
Namun, dalam dua hari kenaikkan harga tersebut, hanya sekitar 300 tabung yang menjadi permintaan pelanggan. "Dampaknya belum terlihat, namun sekarang mulai memberikan tanda-tanda," paparnya.
Pengrajin keramik di sentra industri keramik Dinoyo juga merasakan dampak kenaikan LPG 12 kilogram tersebut. Ketua Paguyuban Pengrajin dan Pedagang Keramik Dinoyo, Samsul Arifin mengatakan, para pengrajin bakal bingung dengan kenaikan tabung LPG 12 kilogram ini. Pasalnya, dalam satu bulan rata-rata pengrajin membutuhkan 48 tabung LPG 12 kilogram untuk pembakaran.
"Satu kali pembakaran menggunakan 6 tabung. Satu bulan, setiap pengrajin bisa melakukan pembakaran sampai 8 kali," ujar Samsul. Menurutnya, pedagang kebingungan untuk menutupi kerugian. Biasanya, lanjut dia, para pengrajin akan melakukan penyesuaian lebih dulu baru menaikkan harga.
Tapi, lanjutnya, sejak harga tabung LPG 12 kilogram naik pada pertengahan September 2014 silam, pengrajin belum sempat menaikkan harga karena masih dalam masa penyesuaian. "Jadi kalau harga LPG naik, para pengrajin melakukan penyesuaian selama 2-3 bulan. Sejak naik waktu itu, pengrajin belum menaikkan harga, tapi sekarang sudah naik lagi," tandasnya.
Dikemukakan, selama masa penyesuaian tersebut pengrajin harus bersabar pendapatannya berkurang. Samsul mengatakan, kenaikan LPG pada pertengahan September lalu membuat pendapatan para pengrajin berkurang 10 persen dari sebelumnya. Sedangkan sekarang, dia memprediksi kalau akan pendapatan pengrajin disana menurun sampai 20 persen.
"Berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, sudah ada sekitar 10 pengrajin keramik yang beralih menggunakan bahan dasar gips. Sebab, bahan dasar tersebut tidak memerlukan pembakaran. Sekarang total pengrajin keramik dan gips di Dinoyo ada 34 pengrajin," pungkasnya. (erz/nug)