Biaya Umroh Tahun Ini Naik Rp 6 Jutaan

MALANG - Pembatasan kuota umroh dan haji dengan pengurangan hingga 40 persen yang telah dilakukan pada tahun 2014 lalu juga akan terjadi pada tahun ini. Namun belum adanya keputusan presiden terkait kuota di tahun ini membuat biro perjalanan ibadah umroh dan haji sulit untuk menentukan jumlah calon jamaah yang bisa berangkat.
Pembatasan calon jamaah umroh dan haji dilakukan karena kebijakan pemerintah Arab Saudi pengurangan kuota visa umroh. Marketing Saudara Wisata, Diah Anggraeni mengatakan pada periode Desember 2014 hingga Februari 2015 saja sudah tercatat sebanyak 2500 jemaah yang berangkat umroh. Menurutnya, meski tarif umrah kini terus meningkat karena naiknya kurs dolar AS terhadap Rupiah serta biaya hotel di Arab Saudi yang makin mahal tidak mengurangi antusias masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah umrah.
''Antusias masyarakat untuk berangkat umroh dari tahun ke tahun terus meningkat. Bisa dilihat dari catatan kami sampai Februari nanti sebanyak 2500 jemaah yang akan berangkat umroh,” tutur Diah.
Diah menjelaskan, pihaknya menggunakan patokan dolar untuk menentukan tarif. Setiap tahun biaya umroh meninngkat $500. Jika dihitung dengan Rupiah yang semakin melemah maka kenaikan harga mencapai Rp 6.3 juta. Menurutnya, ketika bulan suci Ramadan tarifnya akan lebih tinggi karena okupansi hotel yang telah penuh.
“Okupansi hotel pada saat bulan suci itu penuh karena banyak diborong oleh warga dari negara-negara di kawasan Arab yang kebanyakan memanfaatkan bulan Ramadan untuk beribadah di Masjidil Haram,” lanjutnya.
Ia menyebutkan, saat ini paket umroh dengan waktu 9 hari untuk kelas ekonomi adalah Rp 22 juta. Sedangkan untuk regular Rp 26 juta dan VIP Rp 27 juta. Perbedaan harga itu terkait dengan jenis dan jarak hotel yang disediakan. (mg5/fia)