OJK Lirik Ibu Rumah Tangga

MALANG - Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun ini akan mengadakan lebih banyak sosialisasi. Mulai dari ibu rumah tangga melalui PKK hingga mahasiswa.
Kepala Kantor OJK Malang Indra Krisna mengatakan agar masyarakat lebih mengerti dan berhati-hati dalam menggunakan jasa keuangan. Menurutnya, rendahnya pemahaman terhadap literasi keuangan berdampak pada tingkat penggunaan jasa keuangan di Indonesia. Penggunaan produk dan layanan untuk sektor pasar modal dan industri keuangan non bank seperti asuransi, pembiayaan dana pensiun dan lembaga jasa keuangan lainnya masih minim.
“Pemahaman terkait literasi keuangan di masyarakat saat ini masih minim sehingga di tahun ini kami akan lebih banyak memberikan sosialisasi agar mereka bisa memilih mana lembaga keuangan yang tepat,” terang Indra.
Ia juga mengatakan, masuknya pelajaran terkait literasi keuangan pada Kurikulum 2013 untuk anak SMA juga sangat membantu untuk meningkatkan pemahaman pelajar. Pada tanggal 29 nanti OJK akan memberikan 1000 buku untuk empat sekolah yang ada di Malang dan Batu. Isi dari buku tersebut dapat dijadikan sebagai bahan ajar mengenai literasi keuangan yang ada. Namun Indra belum bisa memastikan sekolah yang akan dikunjungi nanti.
“Sosialisasi sudah pernah dilakukan ke ibu-ibu PKK dan mahasiswa. Selanjutnya tanggal 29 nanti kami akan ke empat sekolah yang ada di Malang dan Batu untuk sharing dan memberikan 1000 buku tentang literasi keungan yang bisa dijadikan sebagai bahan ajar,” paparnya pada Malang Post.
Indra menjelaskan, berbagai sosialiasi yang dilakukan tak terlepas dari harapan agar pertumbuhan sektor keuangan di Indonesia semakin meningkat. Jika pertumbuhan sektor keuangan semakin baik maka tingkat kepercayaan investor dalam menempatkan dananya di lembaga jasa keuangan akan semakin tinggi. Hal itu juga akan membuat investor dan masyarakat semakin nyaman menggunakan berbagai  produk dan layanan yang tersedia.
“Kontribusi masyarakat dalam mendukung pertumbuhan sektor keuangan perlu mendapatkan perhatian dari lembaga jasa keuangan dan regulator,” lanjutnya.
­Menurutnya, dengan semakin banyaknya sosialisasi maka akan meningkatkan pengetahuan dari masyarakat sehingga timbul kesadaran untuk melakukan investasi yang baik dan benar. Indra menjelaskan tugas OJK sendiri adalah sebagai lembaga pengawasan, perizinan dan pengenaan sanksi terhadap perbankan dan industri keuangan non bank. Selain itu juga membantu mewujudkan sistem keuangan di daerah sehingga bisa berkelanjutan dan stabil guna.
“OJK juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta  melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat pengguna jasa keuangan di daerah,” ucap Indra.
Ia menambahkan, tugas OJK telah sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 21 tahun 2011 dimana Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK)yang berfungsi melakukan pencegahan kerugian konsumen dan masyarakat, pelayanan pengaduan, dan pembelaan hukum. (mg5/fia)