Load Factor Citilink Capai 80 Persen

MALANG – Maskapai penerbangan berbiaya murah (low cost carrierr) Citilink, mencatatkan angka load factor (keterisian penumpang) sebesar 80 persen di tahun keduanya terbang dari Malang ke Jakarta sepanjang 2014 lalu. Angka tersebut naik 5 persen dibanding tahun sebelumnya, ketika Citilink masih mendarat di Bandara Soekarno Hatta.

Branch Manager Citilink Malang, Indra Fajar mengakui kalau ada peningkatan load factor pada tahun lalu. ”Ada peningkatan sekitar 5 persen dari raihan 2013 yang kami capai,” tuturnya.

Menurut dia, di tahun 2013, penerbangan Citilink Malang dari Abd Saleh tujuan Jakarta masih mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Akan tetapi, sejak 2014 di Jakarta dialihkan ke Bandara Halim Perdanakusuma. Sempat muncul kekuatiran, akan terjadi penurunan minat karena perpindahan rute tersebut.

“Namun dari hasil load factor selama setahun lalu menunjukkan, tidak ada pengaruh apapun sekalipun rutenya berubah. Sesuai dengan target di awal tahun pula,” beber dia kepada Malang Post.

Indra menuturkan, di awal 2014 Citilink mematok load factor sebesar 80-85 persen. Alasan tingginya target tersebut yakni potensi penerbangan Malang-Jakarta dan sebaliknya. Sebagai bukti, di Malang ketika kondisi normal saja terdapat enam kali penerbangan dalam sehari. Satu dari Citilink, dua flight Garuda dan tiga dari Sriwijaya Air.

”Target memang tinggi, apalagi kami juga terkenal sebagai maskapai low cost. Hasilnya terbukti, seringkali pula load factor di atas 90 persen, seperti Desember lalu,” papar dia panjang lebar.

Padahal, Citilink termasuk maskapai yang menggunakan pesawat berbadan besar, dengan tipe pesawat Air Bus A320 yang mampu menampung 180 penumpang dalam sekali penerbangan. Bila keterisian 80 persen, maka dalam sekali penerbangan terdapat sekitar 140 penumpang.

Sementara itu, di tahun 2015 ini Citilink mematok load factor sebesar 85 persen. Indra menuturkan, target ini optimis bisa dicapai oleh maskapai yang merupakan adik kandung dari Garuda Indonesia tersebut. Salah satu caranya, di awal tahun ini Citilink sudah memberikan promo untuk penumpang. Selain harganya yang murah, penumpang pesawat yang identik dengan warna hijau itu memberikan promo free bagasi 20 kilogram.

”Ketika normal, fasilitas bagasinya hanya 15 kg. Bila lebih, akan dikenakan biaya sebesar Rp 15 ribu per kilogram. Promo tersebut berlaku sejak 7 Januari 2015 hingga akhir April mendatang,” urai pria asal Batu tersebut.
Sementara itu, akhir Desember lalu, Citilink juga menorehkan prestasi dengan mendapatkan penghargaan sebagai maskapai berbiaya murah “Leading Low Cost Airlines” Indonesia untuk keempat kalinya. Penghargaan yang  diberikan oleh Indonesia Tour & Travel Association (ITTA) Foundation itu, telah diraih secara berturut-turut sejak tahun 2011 dalam kategori yang sama. (ley/feb)