Berhemat dengan Pemanas Air Tenaga Surya

MALANG – Solar Water Heater selain untuk menghemat konsumsi listrik juga bisa mengirit pengeluaran bulanan.  Dalam penggunaannya alat tersebut menggunakan energi matahari untuk memanaskan air yang mampu bertahan hingga tiga hari.
Marketing Mapan Jaya Yudi Irawanto mengatakan, harga Solar Water Heater memang lebih mahal jika dibandingkan dengan pemanas yang menggunakan listrik dan gas. Harga gas dan elektrik water heater yang berkisar anatara Rp 2 juta hingga Rp 4 juta  berbeda dengan solar water heater yang mencapai Rp 15.8 juta. Namun ia menjelaskan, harga itu sebanding dengan hasil yang didapat yaitu pengeluaran yang lebih irit karena tidak ada konsumsi listrik.
“Banyak yang lebih memilih pemanas dengan listrik atau gas karena harganya lebih murah. Hal tersebut memang masuk akal tapi jika lebih dipertimbangkan terkait biaya energi yang akan dikeluarkan perbulannya atau berapa banyak energi yang dihabiskan untuk menggunakan alat tersebut pasti solar water heater ini lebih irit,” terangnya pada malang Post.
Yudi menjelaskan, beberapa penelitian yang pernah ia baca menunjukkan bahwa rata-rata rumah tangga dengan pemanas air listrik menghabiskan sekitar minimal 25 persen untuk pemanas air. Prosentase itu diambil dari rata-rata biaya tagihan rumah yang hanya digunakan untuk membayar biaya energi yang digunakan pemanas air listrik tersebut. Sedangkan Solar Water Heater bisa menghemat dan  menabung sebanyak 50% hingga 85% setiap tahun dari tagihan yang dikeluarkan untuk membayar tagihan pemanas air listrik.
“Solar Water Heater lebih irit karena pemanfaatan energi matahari yang bisa didapat secara gratis. 25 persen itu tidak sedikit. Angka sebanyak itu bisa ditabung atau digunakan untuk keperluan lain,” lanjutnya.
Yudi menambahkan, Solar Water Heater tidak mencemari lingkungan. Selain itu juga bisa menghindari dan menekan gas gas yang berbahaya seperti CO2, Nitrogen oksida, Sulfur dioksida dan polusi udara lainnya yang dihasilkan ketika menggunakan pemanas air listrik atau bahan baker lainnya.
“Ketika mengganti pemanas air listrik dengan Solar Water Heater, kita dapat memangkas pemakaian listrik hingga di atas 20 tahun. Artinya kita juga bisa mengurangi lebih dari 50 ton Karbon dioksida yang dihasilkannya,” ungkap Yudi.
Menurutnya, Karbon dioksida merupakan perangkap panas dalam atmosfer atas, sehingga memberikan kontribusi yang besar terhadap efek rumah kaca. Selain itu, Nitrogen oksida, dan Sulfur dioksida merupakan gas gas yang sangat berperan dalam proses terjadinya hujan asam. Namun ia juga menganjurkan untuk memilih alat pemanas air yang tepat. Adanya setifikasi paa alat tersebut bisa menjadi pilihan akan berpengaruh pada daya tahan dan kehandalan alat, pemasangan, kinerja, dan pemeliharaannya.
“Jika alat pemanas itu sudah ada sertifikatnya maka bisa dipastikan bahwa alat itu mampu bekerja dengan baik dan memiliki daya tahan yang lebih lama dibandingkan dengan pemanas abal-abal,” pungkasnya. (mg5/oci)