Bank Mandiri Kejar Tambahan Modal Rp 9 Triliun

MALANG POST - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berniat menerbitkan saham baru untuk menambah modal tahun ini. Saham itu akan diterbitkan dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, target raupan dana dari aksi korporasi ini mencapai lebih dari Rp 9 triliun. Pemerintah akan mengeksekusi HMETD dengan nilai sekitar Rp 5,6 triliun.
"Jadi bagian pemerintah kira-kira Rp 5,6 triliun, ditambah dengan rights issue-nya mungkin total Rp 9 triliun ya," kata Rini saat berkunjung ke PT Pindad (Persero) mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bandung, Senin (12/1/2014).
Rini mengatakan, suntikan modal itu akan diberikan kepada bank BUMN lainnya secara bertahap. Tahun ini, Bank Mandiri. Tahun selanjutnya bisa PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan berikutnya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).
Menurut Rini, Bank yang dipimpin Direktur Utama Budi Gunadi itu jadi prioritas karena pengeluaran dividennya cukup besar. Maka pemerintah merasa perlu meningkatkan kemampuannya dengan memberi suntikan modal.
"Jadi tahun ini (Bank) Mandiri, tahun depan berbeda. Supaya pasarnya tidak jenuh ya. Kalau semua perbankan BUMN masuk ke pasar, itu sulit ya," jelasnya.
Tahun ini pemerintah akan menyuntikan dana sebanyak Rp 48 triliun ke beberapa perusahaan pelat merah. Tujuannya supaya BUMN-BUMN ini bisa berkembang dan memberikan pelayanan lebih baik lagi kepada masyarakat.(dtc/fia)