IHSG Berkutat di Zona Merah

MALANG - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan (12/1) di sesi kedua  pada pukul 13:30 kemarin berada di zona merah. Turun sebanyak 27 poin atau 0.532 persen dari angka 5.202,792 menjadi 5.182.214.
Sebanyak 164 saham perusahaan turun dan 108 naik. Sedangkan saham perusahaan yang berada di posisi tetap sebanyak 108. Saham Blue Bird Tbk naik 200 poin dengan posisi 10.225 dan total value Rp 8.982.375 m. Matahari Department Store juga naik sebanyak 250 pion di posisi 14.700 dan total value Rp 7.871.567.500.
“IHSG akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini (kemarin). Pasar Amerika dan Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan pekan lalu, akibat investor kembali khawatir dengan prospek ekonomi AS,” tutur Head of Marketing Reliance Securities, Venus Kusumawardana.
Menurutnya, secara teknikal, IHSG kembali terlihat konsolidasi dengan membentuk red candle dengan pola bearish counter attack di Senin (12/1) kemarin, pada posisi tingkat fluktuasi harga di area dekat upper bollinger bands. Indikator Stochastic masih bergerak konsolidasi menguat cukup terbatas dengan momentum RSI yang cenderung flat pada area dekat jenuh beli.
“Indikator MACD pun kembali tertahan dengan histogram yang bergerak melemah. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung tertekan hingga melemah dengan range 5185-5240,” lanjutnya.
Ia juga menjelaskan, Indeks saham di Asia, kecuali di Shanghai, naik akhir pekan lalu didorong oleh pergerakan indeks saham di Wall Street. Hal itu disebabkan oleh stabilnya harga minyak mentah dunia dan ekspektasi atas data Non-Farm Payrolls AS yang dirilis Jumat malam pekan lalu.  Sementara beberapa perusahaan yang mengalami penurunan saham adalah Astra Agro Lestari Tbk dimana turun 400 poin  dari 25.900 menjadi 25.575. ada juga Unilever Indove Tbk dengan penurunan sebanyak 950 poin dari pembukaan 33.275 menjadi 32.275 dengan total value mencapai Rp 20.379.282.500.
Terdapat harapan bahwa bank sentral Eropa (ECB) akan mulai mengambil langkah stimulus yang berani. Hal itu karena data memperlihatkan zona Euro telah memasuki saran deflasi juga memberi dorongan positif pada aset berisiko tinggi.(mg5/fia)