Harg Emas Kembali Bersinar

MALANG - Harga emas Antam dan lokal terus mengalami kenaikan sejak seminggu ini. Pantauan Malang Post pada hari Senin (12/1) harga emas Antam dengan berat 100 gr adalah Rp 504 ribu. Sedangkan emas lokal dengan berat yang sama Rp 497.500.
Marketing Bulan Purnama Gold, Purwanto mengatakan, meskipun harga emas terus mengalami kenaikan, ia menghimbau kepada masyarakat agar lebih jeli ketika membeli barang investasi itu. Emas lokal menurutnya lebih aman dibandingkan dengan emas Antam. Hal itu karena harga emas lokal lebih stabil daripada milik Antam.
“Harga emas lokal jauh lebih murah dibandingkan dengan emas Antam. Itu karena tidak ada biaya cetak dan sertifikat. Namun pergerakan harga emas lokal lebih stabil dibandingkan dengan milik Antam,” tutur Purwanto.
Sebanyak 75 persen emas batangan Antam paling banyak dibeli oleh masyarakat di Malang. Sedangkan 25 persen merupakan pembeli emas lokal.  Saat ini, buy back emas lokal Rp 484 ribu. Harga tersebut berbeda tipis dengan emas Antam dengan buy back Rp 485 ribu. Buy back emas Antam tertinggi pernah terjadi pada hari Rabu lalu yaitu Rp 487 ribu per 100 gr.
Ketika harga emas terus naik, dalam seminggu terdapat sekitar 20 orang yang menjual kembali emasnya dengan berat rata-rata 200 gr.
“Jika dibandingkan hari biasa, orang yang menjual kembali emasnya terdapat peningkatan sebanyak 5 persen,” lanjutnya.
Ia memprediksi, hingga bulan April nanti harga emas akan terus naik. Hal itu diperkuat oleh Pemilik Bulan Purnama Gold, Yuli Pamungkas. Ia mengatakan, posisi Rupiah yang sempat menguat memberi dampak yang cukup besar bagi harga emas.
Harga emas yang sempat menurun di akhir tahun kemarin terjadi karena posisi dolar yang terus menguat. Ia mengatakan, kondisi ekonomi AS yang semakin membaik menjadi faktor banyaknya masyarakat yang menginvestasikan uangnya dalam bentuk dolar dibandingkan dengan emas, minyak dan sektor lainnya.
“Pembenahan ekonomi yang dilakukan AS membuat dolar semakin menguat sementara nilai Rupiah kita terus melemah. Itu juga yang menjadi pemicu banyaknya investor yang lebih tertarik pada dolar dibandingkan emas. Namun saat ini harga emas kembali normal ketika Rupiah sempat menguat,” terangnya pada Malang Post.
Ia juga menambahkan, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui naik turunnya kurs emas meskipun saat ini pembeli emas batangan juga terus bertambah.
“Masyarakat perlu mengetahui kapan harga emas turun dan naik. Itu penting, agar saat buy back emas tinggi seperti saat ini mereka bisa menjualnya. Minimal tahu kapan waaktu yang tepat untuk membeli dan menjual emas mereka,” ucap Yuli. (mg5/fia)